TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional

Perludem: Animo Publik Turun dalam Pemilu 2019

15/12/2018 - 18:17 | Views: 6.46k
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), Titi Anggraeni. (FOTO: Rizki Amana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKRTA – Direktur Eksekutif Perludem Perkumpulan Pemilu Untuk Demokrasi), Titi Anggraeni, mengkhawatirkan turunnya animo publik untuk ambil bagian dalam Pemilu 2019 mendatang. Perludem menilai, hal ini dikarenakan diksi kampanye yang dinilai tidak berpihak terhadap kepentingan publik. 

Menurutnya, diskursus oleh para elite politik yang ditampilkan hanya seolah merekflesikan opini publik. 

"Jangan-jangan ini melemahkan dan membuatkan kita apatis. Jadi mulai muncul keluhan-keluhan, misalnya bisakah masa kampanye diperpendek atau di kembalikan seperti pemilu 2014 yang tidak terlalu lama," ujar Titi sebagai pembicara dalam Talkshow "Hitam Putih Kampanye Pilpres" di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/12/2018).

Hal ini, dinyatakannya dengan perbandingan partisipasi publik saat menghadapi Pemilu 2014, yakni 70% untuk Pilihan Presiden (Pilpres), dan 75% dalam Pilihan Legislatif (Pileg). Sedangakan untuk Pemilu 2019 dibawah angka Pemilu 2014.

Penurunan angka partisipasi ini, dikhawatirkan mengingat masyarakat langsung yang merasakan dampak akan kampanye dari Pemilu tersebut. "Yang paling terdampak itu masyarakat yang lelah, dan masyarakat lelah dampaknya bisa kemana-mana," papar Titi.

Selain itu, Titi mengharapkan adanya koreksi di setiap tim kampanye maupun setiap peserta Pemilu 2019, mengingat masa kampanye yang masih sekitar empat bulan sebelum memasuki masa pencoblosan. 

"Ini harusnya menjadi koreksi, refleksi dan evaluasi sungguh-sungguh kedua pasangan calon. Jangan sampai masyarakat mengalami kejenuhan, kelelahan karena merespon diskursus yang kemudian jauh dari isu-isu yang dikehendaki masyarakat," kata Titi Anggraeni, Direktur Eksekutif Perludem. (*)

Jurnalis: Rizki Amana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search