TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Tour Unik De Tolerance di Vihara Dhammadipa Arama

16/12/2018 - 09:17 | Views: 33.24k
Para peserta Touring De Tolerance begitu menikmati wisata toleransi ini hingga merasa waktunya kurang lama. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BATUTour unik yang satu ini hanya bisa Anda temui di Kota Batu, Jawa Timur. Suara Perempuan Desa (SPD) dan Gusdurian Kota Batu menggelar Tour De Tolerance di Vihara Dhammadipa Arama, Minggu (16/12/2018).

Tour ini unik karena yang dikunjungi bukan tempat wisata, namun tempat ibadah agama lain. Anggota SPD dan Gusdurian yang sebagian besar beragama Islam berkunjung ke Vihara, Gereja hingga Pura.

Tour-unik-2.jpg

Mulai dari Vihara Dhammadipa Arama di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Katolik Gembala Baik,  Pura Giri Arjuno di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Klenteng Kwan Im Tong dan Masjid An Nur, Kota Batu.

“Beliau disebut Banthe, Beliau Samanera, selanjutnya mari kita berkunjung ke Patirupaka Shwedagon Pagoda,” kata Tasilani menyambut kedatangan rombongan.

Di tempat ibadah ini, mereka banyak mengenal tentang keyakinan dan tempat ibadah agama lain. Tak heran banyak pertanyaan yang keluar dari ibu-ibu dan anak-anak yang menjadi peserta.

Seperti di Vihara Dhammadipa, mereka menanyakan kenapa Tasilani menggunakan baju serba putih dan menggundul kepala walau mereka wanita.

Menurut koordinator Gusdurian Kota Batu, Haris El Mahdi, sengaja tour ini dilakukan untuk memperingati Haul Gus Dur yang ke sembilan dan bulan Gus Dur, sekaligus memperingati Hari Ibu dan Hari Hak Asasi Manusia.

“Kita ingin sepulang dari sini para peserta toleransi beragamanya meningkat, tidak hanya mengenal ajaran Islam, namun juga mengenal ajaran Non Muslim,” ujar Haris El Mahdi dari Gusdurian Batu.

Tour-unik-3.jpg

Hal senada juga dikemukakan oleh Salma Safitri, koordinator Suara Perempuan Desa (SPD). Menurutnya permasalahan intoleransi di negeri ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun menjadi tanggungjawab semua warga negara Indonesia.

“Sebagai organisasi perempuan, kita punya tanggungjawab mencegah terjadinya intoleransi. Kita harus memahamkan ibu-ibu dan anak-anak agar tidak mudah terprovokasi, termasuk tidak mudah diprovokasi oleh suaminyanya sendiri,” ujar Salma.

Selama ini, menurut Salma banyak even yang mengajak untuk toleransi. Namun dampak dari even ini hanyalah sebatas selesai penyelenggaraan dan hanya menyentuh kalangan elite, sementara kalangan masyarakat awam tidak tersentuh.

Tour De Tolerance ini, merupakan upaya menyentuh kalangan awam, agar toleransi mereka bisa meningkat dan berperan aktif menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

Sementara itu Bikhu Uggaseno, Bikhu pembimbing Vihara Dhammadipa Arama mengucapkan selamat datang kepada rombongan Tour De Tolerance.

“Kami welcome sekali, terima kasih atas kunjungannya, sebagai Umat Budha melihat kondisi di Indonesia, kerukunan umat beragama sangat dibutuhkan, kami Umat Budha harus ikut berkontribusi menjaga persatuan dan kesatuan di NKRI ini,” katanya.

Ingin merasakan tour unik yang satu ini, tidak perlu menunggu diselenggarakannya Tour De Tolerance diselenggarakan Suara Perempuan Desa (SPD) dan Gusdurian Kota Batu, Anda bisa berwisata toleransi sendiri di Vihara Dhammadipa Arama, Kota Batu. (*)

Jurnalis: Muhammad Dhani Rahman
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Batu
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search