TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Wisata

Digelontor 5 Miliar, Seruni Point Bakal Saingi Penanjakan

16/12/2018 - 17:02 | Views: 56.61k
Gapura pengamatan Bromo, di Seruni Point, Kabupaten Probolinggo. (FOTO: Hari for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Salah satu spot utama, untuk menikmati matahari terbit di Bromo, adalah Penanjakan. Via Tosari, Pasuruan. Namun, hal itu bakal segera tergeser. Pemkab Probolinggo, menggelontor dana sebesar 5 miliar rupiah, untuk membangun kawasan Seruni Point.

Spot tersebut, berbentuk panggung dengan gapura khas suku Tengger, di ketinggian sekitar 2.400 Mdpl. Sumber dana sebesar 5 miliar itu, berasal dari bantuan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Seruni-Point-2.jpg

“Kami sudah memberikan tugas kepada staf untuk menanyakan kapan tahap akhir pekerjaan ini, yang pasti kami harapkan selesai sebelum diresmikan. Saat ini sudah masuk dalam tahap akhir,” kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Donny Adianto, Minggu (16/12/2018).

Donny yakin, Seruni Point akan punya daya saing dengan Penanjakan I Kabupaten Pasuruan. Sebab dari titik ini, matahari terbit (Sunrise) maupun matahari tenggelam (Sunsite) dengan latar Gunung Bromo sangat mempesona. Optimisme tinggi karena memiliki keunggulan, yakni bisa melihat secara sempurna tanpa harus terhalang oleh bukit lain. Hal inilah yang menjadi saingan utama Penanjakan I.

Selain pembangunan fisik, pembangunan non fisik untuk mempromosikan kembali kawasan tersebut akan dilaksanakan. “Mudah-mudahan bisa terealisasi, karena memang pemandangannya sangat indah dipadu dengan bangunan yang memberikan warna khas Tengger,” terang Donny.

Seruni-Point-3.jpg

Terpisah, Camat Sukapura, Yulius Christian mengatakan, untuk menuju ke Seruni Point saat ini sudah dibangun anak tangga. Mirip dengan tembok raksasa China, jika dilihat dari kejauhan.

Hal ini berbeda dengan sebelumnya yang masih berupa jalan setapak. Rencananya bangunan baru di Seruni Point itu akan diresmikan pada 22 Desember 2018 atau peringatan Hari Ibu. Namun, rencana itu akhirnya dimajukan menjadi 18 Desember 2018. “Karena persoalan non teknis, rencana peresmian dimajukan. Nanti kita akan tampilkan wanita Tengger di sana, mudah mudahan sesuai dengan rencana,” ujar mantan Kabag Kominfo ini. (*)

Jurnalis: Happy L. Tuansyah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Probolinggo
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search