TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional

Mulai 1 Januari 2019 Ditjen Bea Cukai Terapkan PDE Internet Menyeluruh

19/12/2018 - 08:54 | Views: 194.11k
Dirjen BC, Heru Pambudi menyatakan otomasi sistem pelayanan tidak bisa lagi ditunda di tengah perkembangan teknologi informasi yang bergerak cepat dan revolusi industri 4.0. (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mulai 1 Januari 2019, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akan mengimplementasikan program Pertukaran Data Elektronik via Internet (PDE Internet) menyeluruh di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC).

Ini adalah salah satu langkah Kementerian Keuangan dalam upayanya meningkatan kemudahan berusaha di Indonesia sebagaimana arahan Presiden Repubik Indonesia.

"Terkait lalu lintas pemberi pemberitahuan dokumen kepabeanan, mulai 1 Januari 2019 akan dimandatory-kan menggunakan PDE internet," tegas Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen BC), Heru Pambudi.

Heru menyatakan bahwa otomasi sistem pelayanan merupakan hal yang tidak bisa lagi ditunda, apalagi di tengah perkembangan teknologi informasi yang bergerak cepat dan revolusi industri 4.0 yang mengedepankan otomasi sistem dalam berbagai bidang. 

Ia mengungkapkan bahwa pengembangan sistem PDE internet di DJBC telah dimulai sejak tahun 2016. Tahap awal, sistem yang mampu memfasilitasi pertukaran data antara pengguna jasa kepabeanan dengan DJBC di seluruh wilayah Indonesia ini, telah diimplementasikan secara bertahap di 70 Kantor Pengawasan dan Pelayanan.

Sistem itu terutama untuk memproses dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). Bahkan PDE internet ini juga telah diimplementasikan di 83 KPPBC untuk memproses dokumen manifest baik inward maupun outward.

Karena iru DJBC berencana akan melanjutkan penerapan PDE internet secara penuh terhadap 13 kantor pelayanan pada tahun 2019.

Secara bertahap sejak bulan Agustus 2018 juga telah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan instalasi kepada para pegawai, pengguna jasa termasuk perusahaan dan asosiasi, importir, eksportir dan perusahaan pengurusan jasa kepabeanan serta sosialisasi dan evaluasi implementasi PDE internet PIB dan PEB di 13 kantor pelayanan dan 5 kantor pelayanan pendukung.

Salah satu agenda Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC) adalah pembangunan smart customs and excise system, program yang didesain untuk menjawab tantangan masyarakat khususnya para pengguna jasa dalam menciptakan proses bisnis yang cepat, transparan, efektif dan efisien.

"Bea Cukai juga telah mengembangkan aplikasi untuk menggunakan internet sebagai media dalam rangka penyampaian dokumen-dokumen impor-ekspor dan dokumen yang terkait dengan kepabeanan lainnya dan itu sudah kita lakukan sejak 2 tahun yang lalu," tambah Dirjen BC.

Karena itu DJBC berharap pengguna jasa mendukung pelaksanaan implementasi PDE internet ini secara keseluruhan, diantaranya menyediakan layanan internet dengan bandwidth yang memadai untuk mendukung kelancaran pertukaran data, serta mencegah komputer yang digunakan perusahaan terjangkit virus agar potensi perlambatan proses dapat diminimalisir. 

Jika terjadi kendala atau permasalahan dengan pelaksanaan PDE internet ini, pengguna jasa dapat langsung menghubungi Contact Center Bravo Bea Cukai 1500225, atau helpdesk DJBC dan grup sosial media pada masing-masing kantor pengawasan dan pelayanan DJBC.

"Sampai dengan tanggal 16 Desember, recorder yang sudah terhubung melalui media internet ini sebesar 73,33%. Artinya masih ada sekitar seperempat pengguna jasa kami yang masih menggunakan PDE melalui elektronik. Karena itu saya menghimbau kepada seluruh pengguna jasa segera migrasi ke PDE Internet," tegas Dirjen BC. (*)

Jurnalis: Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search