TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Tak Mau Kalah dengan Prajurit, Pangdiv 2 Kostrad Patahkan Empat Besi Pompa Air

19/12/2018 - 12:22 | Views: 143.23k
Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Marga Taufiq mematahkan setumpuk besi pengungkit sumur pompa pada acara Hari Infanteri ke 70 dan demontrasi Pasukan Tradisional di lapangan Rampal Kota Malang. (FOTO:istimewa for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Panglima Divisi Infanteri (Pangdiv) 2 Kostrad, Mayjen TNI Dr. Marga Taufiq SH.MH ikut mematahkan empat tumpuk besi sumur pompa air dalam demonstrasi pasukan Hari Infanteri ke 70 tahun 2018 yang digelar di lapangan Rampal, Kota Malang, Rabu (19/12/2018).

Bukan hanya itu, Marga Taufiq juga rela kedua tangannya dipukul besi pengungkit sumur pompa itu, dan besinya yang justru patah. Peristiwa seperti ini jarang terjadi. "Ya biasalah, yang penting kuncinya ada pada disiplin latihan," kata Pangdiv usai mempraktekkan kekuatan raga di depan para perwira dan pasukan Infanteri.

Pangdiv-2.jpg

Biasanya demonstrasi kekuatan raga itu hanya dipraktekkan oleh pasukan dan tidak dari jajaran pimpinan komandonya. Namun Hari Infanteri ke 70 tahun ini menjadi istimewa, karena Panglima Divisi, sebagai pucuk Pimpinan Komando Divisi Infanteri 2 juga menunjukkan contoh kepada seluruh anggotanya bahwa pimpinan juga harus bisa melakukan seperti yang diajarkan kepada anggotanya.

Karena itu demonstrasi yang dilakukan Marga Taufiq siang itu membuat seluruh yang hadir, terutama para perwira TNI terbelalak. Apalagi Marga Taufiq melakukannya seperti tanpa beban. Ia senyum-senyum usai dipukul besi dan mematahkan besi itu.

Upacara peringatan Hari Infanteri ke 70 tahun 2018 itu juga semakin istimewa karena berbagai demonstrasi kekuatan raga pasukan Infanteri juga ada tampilan Pasukan Tradisional.

Pasukan Tradisional ini tampil di depan pasukan Infanteri peserta upacara ini dan merupakan pengungkap pasukan Infanteri di masa silam yang waktu bangkit secara serentak di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua, dan seluruh persada pertiwi dengan motto "Merdeka Atau Mati".

Pangdiv-3.jpg

Dengan seragam sederhana dari bahan murahan, yakni kain blaco biasa yanpa warna warni dengan hiasan merah putih di dada, mereka melangkah dengan gagah diiringi genderang nan perkasa.

Bahkan senjatanyapun beraneka ragam rampasan senjata usang dari abad nan silam berupa streyer, hamburg, karaben, dan durluk merupakan senjata pokok disamping golok.

Dengan samurai tergantung di pinggang, tanpa,.tanpa pangkat ala Jepang, sepatu lars tinggi, peci hitam dari kaci. Itulah ciri-ciri khas ang sederhana seragam TNI'45. Di depan Panglima Divisi 2, mereka mencoba menjenguk, mengetuk kalbu serta memersik hati nurani corp Infanteri.

Panglima Divisi Infanteri (Pangdiv) 2 Kostrad, siang itu membacakan amanat Komandan Pusat Persenjataan Infanteri, Brigjen TNI Teguh Pudjo Rumekso. Disebutkan tumbuh dan berkembangnya korp Infanteri Angkatan Darat tidak pernah terlepas dari sejarah perjuangan bangsa dan NKRI. (*)

Jurnalis: Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search