TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi
Ketahanan Informasi Pendidikan

Ikuti Tren Aero Modelling, Mahasiswa Teknik Mesin UWG MAlang Gelar Talkshow

19/12/2018 - 07:15 | Views: 8.02k
Pemateri: Bapak Purn. TNI AU Suharto. (FOTO: AJP/TIMES lndonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Praktisi Aero Modelling sekaligus pengajar di SMK Penerbangan Malang, Suharto (Pun.TNI AU) menjadi pembicara tunggal pada acara talkshow yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Mesin Fakultas Teknik UWG Malang.

Acara yang merupakan salah satu rangkauan kegiatan untuk merayakan HUT jurusan teknik mesin dan HMM 'Solidarity Forever' itu bertempat di Auditorium Kampus III Universitas Widyagama Malang, Selasa (18/12/2018). 

M.Agus-Sahbana.jpg

(Kajur Teknik Mesin; M.Agus Sahbana,ST.,MT., menyerahkan Piagam kepada pemateri (bapak Suharto). (FOTO: AJP/TIMES lndonesia)

Agus Sahbana, ST.MT., Kajur Teknik Mesin bersama seluruh mahasiswa jurusan teknik mesin hadir dalam acara tersebut. Agus mengatakan talkshow yang mengangkat "Aero Modelling" ini sedang nge trend dikalangan anak muda.

"Lihat dimana-mana banyak kelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas pecinta Aero Modelling sering berkumpul bersama beradu teknologi pesawat mini “aero modeling” dan bertukar pikiran bagaimana membuat dan merakit jenis pesawat DRONE / pesawat mini tanpa awak dengan berbagai model serta teknologi yang terus berkembang," ujarnya.

Agus mensupport kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa HMM agar dapat menambah ilmu dan wawasan tentang dunia aero modelling dengan langsung mendatangkan praktisi di bidang aero modelling yang merupakan pensiunan TNI AU ABD Saleh Malang.

peserta-Talkshow.jpg

Foto bersama dengan peserta Talkshow. (FOTO: AJP/TIMES lndonesia)

"Narasumber yang dihadirkan sudah sangat ahli, pakar di bidang dunia aero modelling. Beliau bapak Suharto selama menjadi TNI AU aktif tentu sangat ahli tentang teknologi pesawat terbang," jelas Agus. 
Kegiatan ini juga sekaligus untuk menyemangati mahasiswa teknik mesin yang pada bulan November lalu yang berkolaborasi dengan mahasiswa jurusan teknik elektro mengikuti kontes Aero Modelling yakni LOMBA DRONE 2018 di Universitas Brawijaya Malang. 

"Semoga melalui acara ini mahasiswa mesin bisa membuat prototype pesawat atau helikopter mini, bukan hanya sekedar tahu tentang ilmu mesin-mesin motor bakar dan mesin pabrik, kekuatan baja yang biasa diterima di ruang kuliah sehari-hari," pungkas Agus.

Sementara itu Suharto (Purn.TNI AU) dalam paparannya menjelaskan secara rinci bagaimana membuat sebuah pesawat atau drone di kalangan aero modelling dengan baik dan menghasilkan sebuah pesawat drone yang mampu terbang dengan sempurna.

“Setiap 305 meter di udara temperature akan mengalami penurunan sebesar 1,92 derajat celcius dan tekanan turun 0,524 psi," jelas pria yang mengajar di SMK Penerbangan ini.

Ia menambahkan yang perlu diketahui dalam merancang sebuah pesawat drone dapat bisa terbang dengan sempurna adalah perbedaan aliran udara sangat menentukan untuk pesawat bisa terbang dengan sempurna, hambatan-hambatan apa saja yang perlu anda ketahui terhadap pesawat yang terbang di udara?

Suharto menjelaskan ada 4 hambatan yakni Flat plate = 100%, Sphere / bola= 50%, Sphere with a fairing = 15%, Sphere inside a housing = 5%.

"Kesimpulannya untuk membuat pesawat model yang digunakan adalah model yang ke empat yakni Sphere inside a housing (hambatannya hanya 5 persen). Untuk lebih jelasnya; tidak ada pesawat yang bentuknya kotak, bundar/bulat atau oval, tetapi bentuknya seperti tetesan air (Sphere inside a housing) karena disitu turbulent nya hanya 5%," bebernya.

Jadi, lanjut Suharto aliran udara yang dibutuhkan oleh sebuah pesawat untuk bisa terbang dengan sempurna adalah aliran udara laminer atau bendanya disebut "streamline".

Akhir acara Talkshow dilakukan serah terima sertifikat / piagam Pemateri oleh Kajur Teknik Mesin UWG Malang M. Agus Sahbana, ST.,MT. kepada Purn. TNI AU Suharto, dan ditutup dengan foto bersama. (*)

Penulis: Santoso (CR-058)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search