TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Internasional

Pemanasan Global, Ancam Tempat Bersejarah di Dunia

10/01/2019 - 11:55 | Views: 23.41k
Patung Liberty, AS. (FOTO: womantalk)

TIMESINDONESIA, JAKARTAPemanasan global menjadi momok bagi seluruh negara di dunia ini. Bagaimana tidak, pemanasan global pelan tapi pasti dapat menghancurkan bumi.

Lembaga National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) pertengangan Desember lalu telah merilis laporan tahunan Arctic Report yang mencantumkan data kondisi lingkungan di Kutub Utara.

Laporan itu mengungkap pemanasan global selama tiga dekade terakhir telah menyebabkan menurunnya 95% area es tertua dan paling tebal di Arktik.

Dikutip dari NPR, kawasan Arktik mengalami pemanasan dua kali lebih cepat dibandingkan belahan bumi lainnya yang menyebabkan dataran es mencair.

Hal ini tentunya memicu naiknya permukaan air dan meingkatkan risiko tenggelamnya kawasan pesisir pantai, baik karena banjir, badai, ataupun erosi.

Dikutip dari Jurnal Nature ada sejumlah situs bersejarah dalam daftar UNESCO World Heritage yang berisiko mengalami kerusakan akibat naiknya permukaan air.

Jika tak segera mengambil tindakan penyelamatan, berbagai bangunan bersejarah yang dibangun ribuan tahun lalu ini terancam lenyap dan tidak dapat dinikmati lagi di masa mendatang.

Berikut lima tempat bersejarah dalam daftar UNESCO World Heritage yang terancam hancur akibat naiknya permukaan air sebagai dampak dari pemanasan global.

1. Patung Liberty, AS

Patung-Liberty-AS.jpg Patung Liberty pasca diterjang topan Sandy (Sumber: National Geographic)

Badai Sandy yang menerjang AS di tahun 2012 lalu menyebabkan sebagian kawasan Pulau Liberty dan Ellis terendam air. Kerugian akibat bencana alam ini mencapai $77 juta atau sekitar Rp1,1 triliun. Diperlukan waktu delapan bulan agar Pulau Liberty dapat kembali dibuka dan menerima kunjungan wisatawan. Jika pemanasan global terus terjadi, patung yang menjadi simbol negeri Paman Sam ini terancam lenyap.

2. Venezia, Italia

Venezia-Italia.jpg Dikelilingi air membuat Venezia rentan tenggelam (Sumber: The Wow Style)

Kota romantis Venezia terkenal dengan wisata airnya yang selalu dipadati wisatawan sepanjang tahun. Sayangnya, banjir besar kerap terjadi di lokasi ini dan merendam sebagian kota Venezia hingga setinggi pinggang orang dewasa. Pemerintah setempat telah memasang penghalang air untuk mencegah banjir dan badai masuk ke kawasan Venezia, tetapi para ilmuwan memprediksi metode ini tidak akan ampuh melawan banjir besar yang akan terjadi 80 tahun dari sekarang.

3. Hagia Sophia, Turki

Hagia-Sophia-Turki.jpg Hagia Sophia, peninggalan dari tahun 537 Masehi (Sumber: Travel Digg)

Semula dibangun sebagai gereja Orthodox, kemudian berganti menjadi masjid di era Ottoman, dan kini menjadi museum, Hagia Sophia menjadi simbol sejarah kota Istanbul selama ribuan tahun. Sayangnya, permukaan tanah kota Istanbul yang rendah disebut-sebut akan mengalami kenaikan permukaan air hingga 60 cm di tahun 2100, membuat bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 537 itu terancam tenggelam.

4. Neolithic Orkney, Skotlandia

Neolithic-Orkney-Skotlandi.jpg Neolithic Orkney, salah satu bangunan tertua yang masih berdiri hingga kini (Sumber: The Times)

Jajaran monumen batu yang didirikan di pesisir Skotlandia ini konon usianya lebih tua dari Stonehenge dan piramida di Mesir, membuat Neolithic Orkney sebagai salah satu bangunan tertua di dunia yang masih berdiri kokoh hingga hari ini. Di sekitarnya juga terdapat beberapa rumah batu dan pemakaman Viking yang berusia 5.000 tahun. Letaknya yang berada di tepi laut membuat Neolithic Orkney terancam hilang separuhnya akibat erosi di area pantai dan tebing.

5. Tel Aviv, Israel

Tel-Aviv-Israel.jpg Bangunan serba putih di Tel Aviv (Sumber: Rubinstein Felix)

Setelah mengungsi dari Jerman pada tahun 1930-an, warga Yahudi mendirikan lebih dari 4.000 bangunan di kota Tel Aviv. Desain bangunan yang begitu khas bergaya Bauhaus dan didominasi warna putih membuat area ini dijuluki "White City". Hingga saat ini, White City tidak hanya menjadi lokasi tempat tinggal warga setempat, tetapi juga menjadi bukti sejarah di masa lampau. Sayangnya, pemanasan global membuat kota ini berisiko tinggi mengalami kerusakan akibat erosi di kawasan pantai.

Sayang sekali ya jika peninggalan bersejarah yang menjadi ikon negera tesebut harus lenyap. Jadi menjaga bumi dari Pemanasan global(*)

Jurnalis: Tria Adha
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search