TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Glutera News

Waspadai Gejala Kanker Rahim yang Sering Terjadi pada Wanita

11/01/2019 - 15:04 | Views: 316.52k
Image: Glutera

TIMESINDONESIA, JAKARTAKanker rahim adalah sebuah jenis kanker yang menyerang rahim atau sistem reproduksi wanita. Kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah medisnya endometrium. Selain itu, kanker ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri, namun sangat jarang terjadi.

Gejala kanker rahim yang biasa dialami penderita adalah pendarahan organ kewanitaan. Walau tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi Anda tetap perlu waspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika Anda sudah menopause tapi tetap mengalami pendarahan, dan belum menopause tapi mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi.

Kanker rahim menduduki peringkat keenam dunia dalam daftar kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyakit ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320 ribu wanita pada tahun 2012.

Di Indonesia sendiri, kanker rahim tidak termasuk ke dalam sepuluh besar kanker yang menyerang wanita. Namun demikian, data GLOBOCAN menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita kanker rahim terbanyak ke empat di Asia, dengan jumlah penderita sebesar 46.849 jiwa selama periode tahun 1997-2002.

Apa saja pemicu kanker rahim?

Penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker rahim.

Beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan hormon yang tidak seimbang adalah menstruasi dini atau menopause yang terlambat, obesitas, diabetes, terapi penggantian hormon, dan penggunaan tamoksifen jangka panjang.

Karena penyebabnya yang belum diketahui, langkah pencegahan yang pasti untuk kanker rahim juga tidak ada. Meski demikian, langkah-langkah untuk mengurangi risikonya tetap ada. Misalnya dengan menjaga berat badan yang sehat. Selain itu juga dengan memperbanyak konsumsi kedelai.

Bagaimana pengobatan kanker rahim yang tepat?

Pengobatan kanker rahim yang umum dilakukan adalah histerektomi atau operasi pengangkatan rahim. Histerektomi dapat dilakukan untuk menyembuhkan kanker rahim stadium awal, namun membuat pasien tidak bisa hamil.

Dalam pengobatan Kanker rahim, kemoterapi dan radioterapi terkadang juga digunakan dan dikombinasikan dengan tindakan pembedahan. Selain itu, terapi hormon juga dapat dilakukan untuk pasien kanker yang belum menopause dan masih ingin memiliki anak. (*)

Jurnalis:
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search