TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

Dosen dan Mahasiswa PBI Unisma Malang Tuangkan Ide dan Kreatifitas dengan Menerbitkan Buku

11/01/2019 - 16:32 | Views: 29.06k
FOTO: AJP/TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, MALANG – Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau PBI Unisma Malang meluncurkan tiga buku sebagai kreativitas dosen dan mahasiswa.

Dr. Moh. Badrih, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia sangat mengapresiasi karya mahasiswa. Ia menyampaikan agar mahasiswa jangan mudah puas dengan karyanya. "Jangan mudah puas, terus berkarya dan menerbitkan buku," tegasnya.

TIMES-Indonesia-PBI-Unisma-Malang-Ide-dan-Kreatifitas-dengan-Menerbitkan-Buku-2.jpg

Ketiga buku yang dikemas dalam antologi bersama dengan judul ‘Toleransi’, ‘Rasa Bersua’, dan ‘Pertemuan Kecil Kita’.

Buku ‘Toleransi’ yang ditulis oleh siswa SMA sederajat bersama mahasiswa PBI berisi tentang toleransi dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku. Ketiga substansi tesebut memiliki muatan pendidikan karakter yang dapat ditanamkan pada siswa dan mahasiswa sendiri dalam kehidupan di sekolah dan di masyarakat.

Buku kedua ‘Rasa Bersua’ yang dibuat oleh dosen dan mahasiswa juga berisi tentang subtansi toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut mengingat bahwa akhir-akhir ini banyak prilaku yang intoleran dalam menyampaikan pandangannya terhadap beragama, sosial, politik, bahkan dalam budaya.

Buku yang berisi 378 halaman tersebut dimulai dari hasil perenungan terhadap kehebatan berpikir yang apabila disalahgunakan akan memiliki dampak negatif terhadap perkembangan IPTEK dan pemertahanan tradisi dan budaya lokal.

Buku ketiga ‘Petemuan Kecil Kita’ merupakan sebuah refleksi dari pengalaman masa lalu tentang kehidupan yang damai dan harmonis yang saat ini jarang ditemukan lagi.

Buku yang ditulis Dr. Akhmad Tabrani, M.Pd. merupakan pengalaman pribadinya yang  dapat mengispirasi pembaca untuk memiliki wawasan yang luas terhadap nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan peradaban Islam di Indonesia.

Ketiga buku tersebut ‘dibedah’ dengan menhadirkan penulis dan pemerhati sastra Kota Malang.  Para pembedah tersebut, yaitu Yusri Fajar, M.A dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universias Brawijaya, sastrawan dan Pengurus Lesbumi Kota Malang.

Pembedah kedua, Dr. Akhmad Tabrani, M.Pd. sebagai penulis buku ‘Pertemuan Kecil Kita’, Kaprodi PBI sekaligus dosen di PBI FKIP UNISMA. Pembendah ketiga Dr. Moh. Badrih, S.Pd., M.Pd., pemerhati sastra lisan, Kaprodi sekaligus dosen PBI FKIP UNISMA.

Ketiga narasumber memberikan pandangan terhadap ketiga buku terebut dengan berbagai sudut pandang. Yusril memberikan ulasan bahwa susutnya nilai toleransi di Indonesia sudah terasa sampai ke level siswa, sehingga siswa pun mulai rindu nilai toleransi di Indonesia.

TIMES-Indonesia-PBI-Unisma-Malang-Ide-dan-Kreatifitas-dengan-Menerbitkan-Buku--3.jpg

Pandangan-pandangan siswa terkait dengan toleransi hendaknya menjadi perhatian banyak orang karena siswa sebagai korban tidak lansung dari sistem yang intoleran.

Berbeda dengan ulasan Akhmad Tabrani, sastrawan sekaligus dosen ini memiliki pandangan bahwa perlunya kita membuang ego sektarian hendaknya sudah harus terkubur atau terbagn bersama angin zaman.

Dengan membuang ego sektarian kita akan bisa menatap masa depan Indonesia semakin cerah dengan penuh kerukunan dan kegotong – royongan sehingga kita akan hidup menjadi orang yang bermartabat.

Dalam pembahasan puisi yang bertema kucing, dosen PBI ini memberikan sebuah ilustrasi bahwa kucing adalah salah satu contoh binatang yang harus disayangi.

“Kalau Rasulullah saja sangat cinta, begitu juga Abu Hurairah, lantas bagaimana dengan kita?” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa dengan mencintai hewan dapat menambah kepekaan perasaan kita sehingga secara tidak langsung akan berpengaruh dalam gaya menulis sastra.

Demikian juga dengan narasumber ketiga, Moh. Badrih yang lebih dikenal dengan tulisan pena Badri Lir Saalir menyampaikan gagasannya bahwa menulis kreatif seperti yang terdapat dalam buku ‘Rasa Bersua’ dimulai dengan mengusongkan pemikiran dari perasaan negatif pada orang lain.

"Dengan cara seperti maka bahasa yang dimunculkan akan menjadi bahasa yang ‘enak’ dibaca orang lain sekaligus akan menjadi bahasa yang dirindukan oleh orang lain," terangnya.

Selanjutnya, satu persatu dari pemikiran dalam buku tersebut disampaikan substansinya. Salah satu yang mendapat perhatian banyak orang ialah bahwa seorang penulis janganlah mudah puas dengan karyanya dan hendaklah penulis itu memiliki rendah hati, semakin banyak tulisannya hendaknya membuat dirinya semakin arif dan bijak bukan membuat dirinya semakin merasa di atas angin dan menganggap orang lain sebagai orang lemah.

Pada sesi tanya jawab, kegiatan yang dipromotori oleh Fiyan Ilman Faqih, M.Pd. ini menyita banyak pertanyaan peserta. Tiga pertanyaan yang substansial adalah tentang tentang relevansi fungsi sastra dalam era modern ini, proses kreatif menulis, dan kiat mengapresiasi sastra.

Ketiga pertanyaan tersebut secara bergilir dijawab oleh masing-masing narasumber. Simpulan dari ketiga jawaban tersebut ialah bahwa karya sastra tersebut dapat abadi teks dan nilainya kalau isi yang terdapat di dalamnya merupakan realitas sosial yang diangkat dan tulis dengan diksi bijak.

Kiat kreatif dalam menulis sastra dapat dilakukan dengan cara membaca dan menulis secara intensif sampai ditemukan kekhasan tulisannya dibanding dengan tulisan yang lain, sedangkan apresiasi yang sempurna saat  seseorang membaca novel tidak sekedar membaca melainkan juga dengan memiliki tujuan untuk memahami, menafsirkan, dan mengimplementasikan menjadi tulisan yang baru.

Hasil akhir dari kegiatan tersebut ditutup dengan statmen penutup bahwa tulisan karya sastra adalah milik penulis sedangkan makna dan isi yang terdapat di dalamnya murni milik pembaca.

PBI Unisma Malang akan terus menularkan kebiasaan membaca dan menulis, baik di kalangan kampus, maupun adik-adik sekolah. (*)

Penulis: Humas Unisma
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search