TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional

Kawah Gunung Anak Krakatau Alami Zat Besi Tinggi

12/01/2019 - 23:55 | Views: 12.98k
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten. (Foto: Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pasca erupsi beberapa waktu lalu, kini visual Gunung Anak Krakatau banyak mengalami perubahan, kawah yang keluar pun mengalami zat besi tinggi.

Bahkan ada visual video terbaru Gunung Anak Krakatau yang berhasil diabadikan oleh akun resmi twitter @EarthUncutTv. Video tersebut diambil oleh James Reynolds, pemilik Earth Uncut TV menggunakan drone pada 10-11 Januari 2019.

Bahkan jika diamati lebih lanjut pun kini kondisi Gunung Anak Krakatau berbeda usai erupsi pada bulan Agustus 2018 lalu.

Dalam video tersebut nampak Air Laut yang bercampur dengan kawah Gunung Anak Krakatau yang berwarna orange kecoklatan.

Penampakan pada ketinggian Gunung Anak Krakatau juga ada perubahan.

Kondisi terkini, puncak kawah Gunung Anak Krakatau tampak banyak yang hilang.

Ketinggian kawah Gunung Anak Krakatau juga tampak hampir sama dengan permukaan air laut.

Sedangkan dindingnya paling tinggi hanya 110 meter di atas permukaan laut (mdpl) dari sebelum tsunami, yang mencapai 338 mdpl.

Sementara dinding kawah hanya tersisa sekitar 110 meter di atas permukaan laut.

Tampak Air Laut berwarna orange kecoklatan karena bercampur dengan kawah Gunung Anak Krakatau.

Terkait kondisi terkini Gunung Anak Krakatau, Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Nugroho berikan penjelasan.

Sutopo memberikan penjelasan melalui akun resmi twitter milik pribadinya yakni @Sutopo_PN pada Sabtu (12/1/2019)  ini.

Sutopo menjelaskan, bahwa kawah yang keluar dari Gunung Anak Krakatau pun mengalami zat besi tinggi. (*)

Jurnalis: Widodo Irianto
Editor : Widodo Irianto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search