TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Kesehatan

Bayi Baru Lahir Sebaiknya Tidak Langsung Dimandikan, Ini Alasannya

16/01/2019 - 03:17 | Views: 15.78k
Bayi Baru Lahir. (FOTO: Hello Sehat)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Banyak pakar kesehatan neonatal yang menganjurkan untuk menunda waktu mandi pertama bayi baru lahir sampai tanda-tanda vital dan suhu bayi telah stabil. Menunda waktu mandi pertama si kecil memiliki beragam manfaat kesehatannya. Lantas, idealnya harus menunggu berapa lama sampai akhirnya kita boleh memandikan bayi baru lahir?

Selain memperlama waktu bonding antara orangtua dan anak, berikut manfaat menunda waktu mandi pertama bayi.

1. Mengurangi Risiko Infeksi

Bayi terlahir dilapisi oleh zat lemak bernama vernix yang melekat pada sekujur kulitnya. Kelihatannya agak seperti krim putih yang bertekstur licin seperti lilin.

Beberapa bayi bisa terlahir dengan lapisan vernix yang tebal dan banyak. Mungkin itu sebabnya banyak orangtua yang merasa perlu untuk segera memandikan bayi baru lahir mereka karena lapisan vernix ini membuat penampilan bayi tampak ‘kotor’.

Padahal, fungsi vernix tidak sembarangan. Vernix mengandung protein yang mampu mencegah infeksi bakteri umum seperti Grup B Strep dan E. coli yang dapat berakibat fatal bagi bayi baru lahir.

Vernix juga memiliki sifat imun. Maka, membiarkannya menempel lebih lama pada kulit bayi akan memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi si bayi sementara menunggu sistem kekebalan tubuhnya perlahan menguat.

2. Melembapkan Kulit Bayi

Vernix merupakan pelembab alami terbaik untuk kulit bayi baru lahir. Vernix terbuat dari air, sel kulit, dan protein yang membantu menjaga kulit bayi Anda tetap lembut dan lentur.

Lapisan lemak ini juga berfungsi sebagai pelindung alami kulit bayi. Perubahan lingkungan drastis, dari awalnya di dalam rahim yang lembap ke dunia nyata yang udaranya kering, dapat membuat kulit bayi cepat kering.

Vernix bekerja layaknya selimut guna mencegah kulit bayi mengering begitu terpapar oleh udara sekitar.

3. Mencegah Hipotermia

Bayi baru lahir belum memiliki sistem kendali suhu tubuh yang sempurna. Nah, hadirnya vernix yang melekat seperti selimut akan membantu bayi merasa tetap hangat. Ini karena vernix mengandung protein yang berguna untuk mengontrol suhu tubuh bayi begitu ia lahir.

Bayi masih terbiasa dengan suhu lingkungan di dalam rahim yang hangat, yaitu sekitar 36,5-37,5º Celsius. Namun, kebanyakan ruang bersalin dan kamar inap di rumah sakit rata-rata bersuhu 24-26º Celsius.

Jika Anda langsung memandikan bayi baru lahir sedangkan tubuhnya belum benar-benar beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan, maka suhu tubuh bayi bisa tiba-tiba turun dan memicu hipotermia atau komplikasi lainnya.

4. Mengatur Gula Darah

Langsung memandikan bayi segera setelah ia lahir dapat menyebabkan hipotermia, yang efeknya akan langsung menurunkan gula darah. Selain itu, mandi menyebabkan bayi kaget dan menangis karena stres kedinginan. Pelepasan hormon stres dalam jumlah banyak dapat menyebabkan gula darah bayi menurun.

Ketika gula darah bayi turun, ia akan tampak sangat mengantuk dan tidak mau menyusu sehingga menyebabkan gula darahnya semakin turun lebih banyak lagi.

Di sisi lain, bayi juga kehilangan plasenta sebagai sumber gula darahnya segera setelah ia dilahirkan.

Lantas, kapan boleh memandikan bayi?

Dr. Srie Prihianti, Sp.KK, PhD, FINSDV, FAADV, selaku ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) dari PERDOSKI, menganjurkan untuk memandikan bayi setidaknya 2-4 jam setelah ia lahir.

Pernyataan dokter yang akrab disapa dr. Yanti ini juga sejalan dengan rekomendasi terbaru dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) terkait bayi baru lahir. WHO menyarankan setiap orangtua untuk menunda memandikan bayi baru lahir sampai setelah 24 jam kelahirannya, atau hingga 48 jam jika bayi lahir lewat caesar. (*)

Jurnalis:
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search