TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

Mentan RI Andi Amran: 409 Mafia Dipenjara, 782 Mafia Proses Hukum

16/01/2019 - 16:46 | Views: 5.67k
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, saat diwawancarai sejumlah media, di lokasi panen jagung di Kabupaten Probolinggo.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOMentan RI (Menteri Pertanian RI) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya sudah mengirim 409 mafia yang diduga sindikat penyimpangan dalam tata niaga beras ke penjara. Sedangkan 782 mafia masih dalam proses hukum.

“Itu saking bayaknya mafia pangan di Indonesia ini. sudah saya tegaskan, jangan bermain-main soal pangan. Kami tak kenal kompromi jika masih ditemukan,” tegas Andi Amran, saat melakukan penen jagung di Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/1/2019).

Andi Amran kembali menegaskan, para mafia itu tak luput dari proses hukum yang berlaku dan harus dipenjara sesuai perbuatannya. Ia juga menyebut, model mafia yang mereka lakukan bermacam-macam.

“Pertama mafia import, kedua mafia beras oplos, ada juga mafia pupuk. Coba bayangkan, pupuk yang diberikan ke petani adalah pupuk palsu. Itu kalau tidak salah ada 20 mafia yang kami kirim. Masak petani diberi pupuk palsu, bagaimana jadinya nanti,” terang Amran, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

“Produksi dan petani jadi hancur kalau ini terus menerus terjadi. Petani  tidak mendapatkan apa-apa, dan yang jelas petani merugi, petani hanya bisa menangis. Kami tidak akan beri ruang gerak pada mereka para mafia, kalau ada yang mau menyusul silahkan,” sambungnya.

Andi Amran Sulaiman juga juga menyebut, banyaknya mafia yang mencapai 409 mafia Dipenjara, dan 782 mafia dalam proses hukum tersebut, bukan baru muncul, tapi sudah lama mengendap di negeri ini. Dengan jumlah ratusan mafia itu kata Amran, bisa jadi seribu mafia, selama masa jabatannya masih sebagai Mentan RI(*)

Jurnalis: Dicko W
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Probolinggo
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search