TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Wisata

Murah Meriah, Cuma Rp 5 Ribu Bisa ke Kampung Warna-Warni Kota Malang

18/01/2019 - 04:29 | Views: 24.45k
Spot Foto Jembatan Kaca Wisata Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi (3D). (Foto: Rosidatul Hasanah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Bagi Anda yang suka traveling dan berswafoto, jangan lupa untuk datang ke Kota Malang. Kota yang berjuluk Kota Arema ini memiliki sejuta warna sebagai tempat rekomendasi kalian untuk sejenak melepas penat, Kampung Warna-Warni misalnya.

Kampung yang sering kita kenal dengan nama Jodipan ini berada di Gang 1 Jodipan, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Untuk masuk ke kampung ini, kita hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 3.000/orang untuk tiket masuk dan biaya parkir sepeda motor Rp 2.000.

Dengan total biaya Rp 5.000 saja, kita sudah bisa menikmati keunikan Kampung Warna-Warni. Tak hanya keindahan warnanya, kampung ini juga memiliki spot selfie, rumah baca, kios penjual pernak-pernik, dan tempat makan.

Selain Kampung Warna-Warni ini, kita juga bisa mengunjungi Kampung Tridi (3D) yang berada di Jalan Temenggungan Ledok, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kampung 3D ini berseberangan langsung dengan Kampung Warna Warni.

Kedua kampung ini dihubungkan dengan jembatan yang kini menjadi viral di media sosial. Jembatan ini dikenal dengan sebutan Jembatan Kaca.

Jembatan yang menghubungkan kedua kampung ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan karena kita bisa berfoto selfie di atas jembatan dengan latar belakang Kampung Warna-Warni dan juga Kampung 3D.

Dari atas jembatan itu, kita juga bisa melihat pemandangan eksotis yang disuguhkan kedua kampung wisata ini. Tak banyak orang tahu bahwa Kampung Warna-Warni dan Kampung Tridi ini berbeda. Banyak orang mengira bahwa kedua tempat wisata ini sama.

Sumiati, salah satu warga setempat mengatakan bahwa dirinya bersyukur tinggal di kampung tersebut. Menurutnya, berkat keunikan di kampungnya itu taraf hidup keluarganya meningkat.

"Warga di sini bersyukur kampunnya menjadi tempat wisata. Kampung ini tidak jadi digusur. Di sini warga bisa bekerja dengan berjualan, buka warung atau jadi petugas jaga," tutur Sumiati yang tinggal di Kampung Warna-Warni, Kota Malang tersebut. (*)

Jurnalis: Rosidatul Hasanah (MG-71)
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search