TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Politik

KH Ma'ruf Amin Jawab Soal Terorisme, TKN: Jawaban yang Positif

18/01/2019 - 00:25 | Views: 11.72k
Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir saat konferensi pers usai debat pilpres 2019, di hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). (Foto: Rahmi Yati Abrar/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan jawaban yang diberikan oleh cawapres KH Ma'ruf Amin terkait terorisme adalah jawaban yang positif.

"Alhamdulillah jelas sekali posisi (KH Ma'ruf Amin) sebagai kiyai besar dimana beliau bisa tampil memberikan solusi-solusi yang bisa menentramkan masyarakat," kata Erick saat konferensi pers usai debat pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).

Menurutnya, tanggapan Ma'ruf Amin menggambarkan bahwa sebagai seorang muslim sudah seharusnya mencarikan solusi perihal masalah tersebut.

"Sebagai kiyai besar, jawaban beliau adalah jawaban yang positif," tukas Erick.

Sebelumnya, Ma'ruf Amin mengatakan bahwa terorisme merupakan sebuah kejahatan yang harus diberantas. "MUI telah keluarkan fatwa bahwa terorisme bukan jihad, karena itu haram dilakukan," ujar Ma'ruf Amin.

Para teroris lanjut Ma'ruf, harus dihukum dengan berat karena telah melakukan perusakan di muka bumi. Bahkan kata dia, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) harus melakukan dua hal guna menanggulangi terorisme tersebut.

Diantaranya, mensinergikan antara pencegahan dan penindakan. "Ke depan kami lebih mengutamakan pencegahan melalui kotraradikalisme untuk menghilangkan atau menekan paham intoleran dan deradikalisasi bagi mereka yang sudah terpapar," jelasnya.

"Kami akan lakukan pendekatan yang humanis, dengan tidak melanggar HAM. Untuk itu dalam menanggulangi terorisme, kami akan ajak ormas-ormas khususnya organisasi keagamaan," imbuh Ma'ruf Amin.

Melengkapi pernyataan KH Ma'ruf Amin, Jokowi menyebut Indonesia sudah banyak dijadikan contoh dalam menangani masalah terorisme. "Tidak hanya penegakan hukum yang tegas, tapi juga ada pendekatan persuasif," ujar Jokowi. (*)

Jurnalis: Rahmi Yati Abrar
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search