TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Gelar Sidang Tipiring, Pelanggar Perda di Denpasar Didenda Rp 5 Juta

18/01/2019 - 16:08 | Views: 11.11k
Pelaksanaa Sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Denpasar, Jumat (18/1).(FOTO IST/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar gencar melaksanakan penindakan bagi yang melanggar Perda. Baik berdasarkan monitoring dan evaluasi di lapangan maupun pengaduan masyarakat. Bagi pelanggar Perda, digelar sidang tipiring dan denda hingga Rp 5 juta. 

Hal ini diwujudkan dengan melaksanakan sidak dengan menyasar beberapa kawasan seperti halnya  bangunan  dan usaha tanpa izin, serta Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Serangkaian pelaksanaan sidak seminggu belakangan ini, Sat Pol PP Kota Denpasar kembali melaksanakan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi masyarakat yang terjaring dan kedapatan melanggar perda. 

Sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Denpasar, Jumat (18/1/2019), turut menjatuhkan hukuman denda kepada 8 orang pelanggar yang terdiri atas 6 orang pelanggar KTR, satu orang pelanggar bangunan tanpa IMB, serta satu orang pelanggaran bangunan dan usaha tanpa izin.

Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, ditemui usai Sidang Tipiring menjelaskan, bahwa pelaksanaan Sidang Tipiring ini merupakan upaya untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar perda.

Selain itu, pelaksanaan sidang tipiring juga turut mengambil tempat di banjar atau ruang publik lainya, ini sebagai bentuk sosialisasi Perda guna meminimalisir pelanggaran perda oleh masyarakat.

“Sidak dan Tipiring ini bukan untu mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan perda dan mensosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikn dan mentaatinya,” jelas Dewa Sayoga.

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamnan dan ketertiban masyarakat menjadikan Sat Pol PP Kota Denpasar gencar malaksanakan sidak. Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

“Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan,” ujarnya.

Menurut Dewa Sayoga, adapun keseluruhan pelanggar melanggar Perda, Nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umun dan Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Adapun sidang yang dipimpin Hakim Novita Riaman, Panitera I Made Sukarma, menjatuhkan hukuman denda beragam bagi seluruh pelanggar dengan kisaran Rp 150 ribu bagi 6 pelanggar KTR, Rp 600 ribu bagi pelanggar bangunan tanpa IMB, serta  Rp 5 Juta bagi pemilik bangunan dan usaha tanpa izin.

“Para pelanggar Perda di Kota Denpasar nantinya akan dikembalikan untuk dilakukan pembinaan untuk melaksanakan pengurusan izin usaha dan izin bangunan sebagai wujud tertib administrasi,” tegasnya. (*)

Jurnalis: Muhammad Khadafi
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Bali
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search