TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah
Rapor Wali Kota Probolinggo

Lima Tahun Memimpin Kota Probolinggo, Ini Rapor Rukmini

18/01/2019 - 16:10 | Views: 9.78k
Wali Kota Probolinggo Rukmini (tengah) saat panen padi. (FOTO: Jhon Welly for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo, Rukmini, akan mengakhiri jabatannya 28 Januari 2019 ini. Ia akan digantikan Habib Hadi Zainal Abidin, yang memenangi Pilkada Kota Probolinggo, Juni 2018. Bagaimana Rapor Rukmini selama menjabat Wali Kota Probolinggo, sejak 28 Februari 2014?

TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) membuat liputan khusus (lipsus) untuk meneropong kinerja Pemkot Probolinggo dibawah kendali Rukmini. Lipsus akan ditayangkan secara berseri selama sepekan ke depan.  

Untuk itu, sejumlah dokumen dan jejak digital dilacak. Beberapa figur penting di Kota Probolinggo juga diminta tanggapannya soal sosok dan kinerja Rukmini. Termasuk lawan-lawan politik Rukmini dalam Pilkada Kota Probolinggo tahun 2013, yang berujung kerusuhan.

Langkah itu dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari banyak sisi, mengenai geliat Kota Probolinggo selama lima tahun terakhir. Rapor ini diharapkan menjadi acuan pemerintahan berikutnya.

Rukmini merupakan istri HM Buchori, Wali Kota Probolinggo periode 2004-2009 dan periode 2009-2014. Dalam Pilkada 2013, mantan anggota DPR-RI dari PDI-Perjuangan ini berpasangan dengan Suhadak sebagai calon wakil.

Melalui proses Pilkada yang berlangsung panas, pasangan Rukmini-Suhadak mengungguli para pesaingnya. Yaitu pasangan Dewi Ratih-As’ad Anshari, pasangan Zulkifli Chalik-Maksum Subani, dan pasangan Habib Hadi Zainal Abidin-Kusnan.

Menang Pilkada, Rukmini melanjutkan kepemimpinan suaminya di Kota Probolinggo sebagai wali kota. Ia dilantik di Gedung Islamic Center (GIC), di Jl Basuki Rahmad, Kota Probolinggo pada 28 Februari 2014 oleh Gubernur Jatim, Soekarwo.

Duet Rukmini-Suhadak rupanya tak berlangsung lama. November 2016, Mendagri menonaktifkan Suhadak sebagai Wakil Wali Kota Probolinggo, karena ditahan atas kasus dugaan korupsi. Sejak itu, Rukmini memimpin sendirian.

Bersama DPRD, hubungan Pemkot Probolinggo (eksekutif) juga tak selalu baik. Perubahan APBD 2015 pernah tak dibahas dewan, yang berimbas pada tunggakan tagihan listrik penerangan jalan umum (PJU). Akibatnya, aliran  listri PJU di sejumlah ruas jalan diputus PLN.

Namun, di tengah gelombang masalah itu, Rukmini bukan tanpa prestasi. Selama menjabat sebagai Wali Kota Probolinggo, Rukmini menorehkan sedikitnya 39 penghargaan tingkat nasional. Rinciannya, sembilan  penghargaan di tahun 2014, delapan penghargaan di tahun 2015.

Kemudian di tahun 2016, Pemkot Probolinggo di bawah kendali Rukmini mendapatkan lima penghargaan. Di tahun 2017 mendapatkan tujuh penghargaan, dan di tahun 2018 mendapatkan sepuluh penghargaan. Hal itu sekelumit pengantar soal Rapor Rukmini di Kota Probolinggo. (*)

Jurnalis: Muhammad Iqbal
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Probolinggo
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search