TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Kunjungi Polres Jember, Gus Muwafiq: Jangan Ada Lagi Ide Khilafah

18/01/2019 - 18:36 | Views: 23.70k
Gus Muwafiq didampingi Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat diwawancarai wartawan di Polres Jember, Jumat (18/1/2019). (FOTO: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Ulama kondang asal Sleman, Yogyakarta, KH Ahmad Muwafiq atau yang dikenal sebagai Gus Muwafiq menyampaikan ceramah di Masjid Polres Jember, Jumat (18/1/2019).

Penyampaian ceramah tersebut dihadiri seratusan anggota Polres Jember termasuk Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo serta tokoh ulama dan tokoh masyarakat Jember.

Dalam ceramahnya, Gus Muwafiq banyak menyinggung tugas-tugas polisi di masyarakat. Khususnya di tahun politik saat ini.

Sementara itu, kepada sejumlah awak media yang menemuinya di Mapolres Jember, Gus Muwafiq mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia diberikan anugerah menjadi umat Islam yang mampu mengayomi semua kalangan.

"Sehingga semuanya mampu bersatu membentuk negara Indonesia," kata Gus Muwafiq.

Karena itu, dia berharap tidak ada lagi ide mengenai pembentukan khilafah yang belakangan didengungkan sebagian umat Islam di Indonesia.

"Biarlah sementara ini kita menggunakan konsep yang ada. Isla akan menemukan jalurnya sendiri," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Muwafiq juga ditanya soal kondisi umat Islam di Indonesia di tahun politik saat ini.

Menurutnya, perpecahan umat karena beda dukungan pasangan capres-cawapres adalah hal yang lumrah dalam Pemilu.

"Nggak perlu ada solusi. Karena calonnya memang ada dua. Kalau mau nggak pecah ya calonnya cuma satu," ujarnya menggelitik.

Dia juga menyebut bahwa kondisi tersebut merupakan kelaziman konstitusi.

"Kalau Pemilu jadi alasan perpecahan, Pemilunya saja yang dihilangkan. Saya aja yang jadi rajanya," kelakarnya disambut tawa orang-orang yang berada di dekatnya.

Sementara itu terkait ceramah yang disapaikan Gus Muwafiq, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menyampaikan bahwa setiap polisi harus memiliki akhlak mulia dan memahami keberagaman.

"Dengan demikian bisa melayani masyarakat dengan hati," kata Kusworo.

Menurutnya, dengan menjadi polisi yang berakhlak mulia akan tercipta keamanan di seluruh negara. 

"Ibaratnya pertandingan sepakbola, kalau wasitnya teliti, rigit pertandingan akan fair. Semoga kepolisian tetap istikomah dan amanah," imbuh orang nomor satu di Polres Jember itu usai mendampingi Gus Muwafiq. (*)

Jurnalis: Dody Bayu Prasetyo
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jember
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search