TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Raperda Perubahan Retribusi Daerah Disambut Postif Disparpora Bondowoso

18/01/2019 - 17:57 | Views: 9.40k
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bondowoso Harry Patriantono. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSODisparpora (Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga), menyambut positif usulan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah), atas perubahan Perda pajak dan retribusi daerah.

Harry Patriantono, Kadisparpora menyatakan, bahwa pihaknya telah mengusulkan perubahan Perda Retribusi tersebut sejak tahun kemarin.

Alasannya, Perda tentang retribusi itu telah berusia tujuh tahun, dan hal ini tidak up to date dengan perkembangan kepariwisataan Bondowoso sekarang. “Sehingga kami pun akan menyesuaikan di tempat-tempat pariwisata kita,” urainya.

Ia mengakui, bahwa selama ini sebenarnya capaian PAD dari sektor pariwisata telah melampaui target, yang diperoleh dari beberapa aset. Yakni Pesanggrahan Sumber Wringin, Pemandian Air Hangat, Kawah Wurung, Pemandian Tasnan (yang sudah di pihakketigakan), Pemandangan Arak-arak, dan Bosamba.

“Sekarang kita akan memasukkan Solor. Beberapa tahun yang lalu, kami sudah menaikkan, ketika tiga tahun yang lalu, PAD kita Rp 80 juta, sekarang sudah menjadi Rp 160 juta. Nanti di tahun 2019 ini insyallah akan ada kenaikan,” ucapnya.

Pihaknya optimis dengan usulan Raperda terhadap Perda Pajak dan Retribusi Daerah ini bisa meningkatkan PAD dari sektor Pariwisata. “Jadi ada beberapa sumber baru yang akan kita masukkan ke dalam PAD dari sektor pariwisata,” ujarnya.

Bupati Salwa Arifin, dalam Rapat Paripurna, beberapa hari lalu, Selasa (15/1/2019), menuturkan bahwa untuk meningkat efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Perlu didukung dengan sumber pendapatan daerah, yang dapat membiayai penyelenggaraan pemerintahan melalui menaikkan pajak daerah, dan retribusi daerah pada masyarakat. “Sebagai wujud peran serta dalam kegiatan membangun daerah,” ungkapnya.

Adapun optimalisasi hasil penerimaan pajak dan retribusi daerah sangat penting untuk meningkatkan PAD.

Mengingat retribusi daerah di Bondowoso, kata orang pertama di Disparpora Bondowoso ini, sebagaimana tertuang Perda, sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan perekonomian masyarakat saat ini. Maka perlu untuk disesuaikan. (*)

Jurnalis: Moh Bahri
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Bondowoso
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search