TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Politik

Pasek Suardika, Debat Pilres 2019 Putaran Dua Duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Lebih Unggul 

12/02/2019 - 20:02 | Views: 199.81k
Gede Pasek Suardika Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, saat ditemui di Denpasar, Bali, Selasa (12/2/2019). (FOTO: Khadafi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Gede Pasek Suardika, Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura menilai dalam debat Pilres 2019 putaran kedua pasangan duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin akan lebih unggul dari pasangan duet Prabowo-Sandi.

Menurut Pasek Suardika, karena tema dalam debat putaran kedua yang mengusung Energi, Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Infrastruktur, menguntungkan pasangan duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

"Debat sekarang tema-nya menguntungkan Jokowi. Karena Jokowi tidak usah terlalu banyak janji. Cukup menunjukkan selama 4,5 tahun kinerjanya dan itu bisa menjawab semua serangan yang ada," ujarnya, saat ditemui di Denpasar, Bali, Selasa (12/2/2019) sore.

"Misalnya, diserang dengan penggunaan dana yang yang tidak maksimal. Saya kira dana di era Jokowi menjadi sangat maksimal untuk  pembangunan rakyat. Karena di era sebelumnya paling banyak untuk dibakar subsidi. Sekarang kan tidak dibakar untuk subsidi dan relatif tidak ada gejolak yang berarti," imbuh Pasek Suardika.

Pasek Suardika juga optimistis, Jokowi saat debat Pilres akan unggul telak, karena semua yang ada di dalam tema tersebut sudah dikerjakan.

"Sangat unggul, karena beliau sudah kerjakan semua itu. Tinggal sekarang apakah rakyat akan menambah lagi lebih maksimal pembangunan-pembangunan itu," katanya.

Sementara, terkait isu golput dikalangan kaum milineal yang akan terjadi dalam Pilres 2019, Pasek Suardika menampiknya. Menurutnya kaum milineal sangat antusias, hanya saja kaum milineal perlu didekati dengan komunikasi politik yang berbeda, bukan dengan cara konvensional.

Salah satunya, dengan hal-hal yang baru karena anak-anak muda selalu tertarik dengan hal tersebut. Lalu bagaimana menghadirkan hal baru yang menarik itu,  semua tugas dari Partai Politik, KPU dan Bawaslu dan lain sebagainya.

"Kalau saya lihat antusiasme kaum milineal akan meningkatkan. Selama cara kampanye yang dilakukan Tim Pilpres maupun Tim Partai tampil dengan suasana segar, dan hal itu sudah mulai hadir, kita lihat di medsos-medsos nuansa kampanye tidak lagi terlalu serius. Penyampaian pesan visi misi lebih kepada cara-cara yang sederhana," katanya.

Pasek Suardika juga menjelaskan untuk tantangan Pilres di kubu duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, ia ibaratkan seperti bermain bulu tangkis. 

"Kalau tetap seperti sekarang, Bapak Jokowi masih unggul. Asal jangan banyak blunder cemes nyangkut di net, cemesan keluar garis hingga lawan dapat nilai. Bukan karena lawannya hebat tapi bola keluar, misalnya," ujarnya.

Blunder yang dimaksud oleh Pasek Suardika, ia mencontohkan dengan keluarnya surat imbaun dari Kementerian Olah Raga (Kemenpora) terkait menyanyikan lagu Indonesia Raya di Gedung Bioskop atau kebijakan soal pembunuh wartawan di Bali yang diberi remisi oleh Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

"Kemenpora mengeluarkan surat himbauan untuk lagu Indonesia raya di gedung bioskop belum lewat 24 jam diganti. Kemudian ada juga kebijakan lain, kebijakan Kemenkumhan soal Susrama. Untungnya cepat diantisipasi. Tapi kalau timnya banyak blunder kesulitan juga kita mengawal," ungkapnya.

Pasek Suardika juga menjelaskan, untuk perolehan suara Pilres di Bali, kemungkinan masih bertahan di angka yang lama diatas 70 persen atau bahkan bisa mencapai 76 persen. "Tapi selama yang tadi saya katakan, orang yang disekitarnya bisa menjaga ritme. Jangan terlalu banyak bola nyangkut di net maupun cemesan keluar garis. Karena sebenarnya serangan dari kubu lawan tidak terlalu subtansial kalau saya lihat," ujarnya . (*)

Jurnalis: Muhammad Khadafi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Bali
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search