TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Kasus di SMP Wringin Anom Gresik, IGI Nilai Rendahnya Sistem Pendidikan Indonesia

12/02/2019 - 20:24 | Views: 5.11k
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) periode 2016-2021, Muhammad Ramli Rahim

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) periode 2016-2021, Muhammad Ramli Rahim menilai, aksi tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh salah satu murid SMP PGRI di Wringin Anom Gresik, Jawa Timur, merupakan indikasi rendahnya sistem pendidikan Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Ramli, setelah melakukan hipotesa terkait sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia saat ini. Menurutnya, sangat minim sekali materi yang sifatnya menekankan etika kejujuran siswa kepada gurunya. 

Menurutnya, sistem pendidikan yang berbasis Ilmu pengetahuan hanya berujung ujian, yang sama sekali kurang mendidik, karena disitu timbul kecurangan yang secara struktural terbentuk di berbagai lembaga pendidikan Indonesia.

"Ini bagian dari kesalahan sistem pendidikan kita, sistem pendidikan kita berbasis pengetahuan dan berujung ujian," ujar Ramli di Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Selanjutnya, Ramli juga menjelaskan, sistem pendidikan di Indonesia lebih baik diganti menjadi sistem pendidikan berbasis karakter, agar nilai-nilai budaya dan agama bisa menjadi pedoman perilaku siswa setiap hari. 

"Pendidikan dasar harusnya berbasis karakater, bukan berbasis pengetahuan. PAUD (KP+TK) dan SD harusnya berbasis Penguatan Karakter, Budaya Indonesia dan Agama. Harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ramli.

Ramli berharap, semoga kejadian serupa tidak terulang kembali, agar tidak mempermalukan citra dan nama baik pendidikan Indonesia yang saat ini dinilai belum sukses. Lantaran, setiap tahunnya selalu terjadi kasus seperti itu. "Semoga ini yang terakhir kalinya," tandas Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) periode 2016-2021. (*)

Jurnalis: Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search