TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Politik

Debat Pilpres 2019 Jilid II, Pengamat UGM: Prabowo Sekadar Beretorika

19/02/2019 - 11:34 | Views: 675.55k
Pengamat Energi UGM, Fahmi Radhi. (FOTO: monitor)

TIMESINDONESIA, JAKARTAPengamat Energi UGM, Fahmi Radhi, menilai hasil debat pilpres 2019 jilid II tentang energi, Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto hanya sebatas retorika saja berbicara bahas soal kedaulatan energi.

Menurut Fahmi, berbeda dengan Paslon Nomor urut 01 Joko Widodo, dia sangat mampu menyampaikan gagasannya terkait apa yang sudah dirinya lakukan selama empat tahun memimpin Indonesia.

Diketahui sebelumnya komitmen pemerintah untuk melakukan migrasi dari sebelumnya energi fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT), pada pemerintahan Jokowi sudah menerapkan energi sejenis itu.

"Di bidang energi, kedua paslon punya komitmen sama untuk migrasi dari energi fosil ke EBT. Bedanya 01 sudah menerapkan pengembangan bauran EBT hingga mencapai 50% target ditetapkan dalam RUEN pada 2025. Sedangkan 02 masih sebatas normatif," ujar Fahmi Kepada Wartawan TIMES Indonesia, di Kampus MM-UGM Saharjo Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Fahmi juga menambahkan, Prabowo pada saat membahas Komitmen penurunan harga BBM dan tarif listrik, menurutnya, hanya sekedar bercawana dan berbagai andai-andai akan menurunkan harga jika dirinya terpilih tampa melakukan pertimbangan.  

Sedangkan dari Paslon nomor urut 01 Jokowi, sebagai petahana, dinilai secara nyata sudah melakukan itu, melakukan penurunan harga BBM dan listrik pada pekan lalu.

"Demikian juga dalam komitmen penurunan harga BBM dan Tarif listrik, 02 hanya sebatas retorika, tanpa pertimbangan faktor eksternal pembentuk harga dan tarif Harga Minyak Dunia dan kurs rupiah. Sedangkan, 01 tidak secara eksplisit menjanjikan, tetapi sudah melakukan pekan lalu dengan menurunkan harga BBM dan pekan ini menurunkan tarif listrik pelanggan 900 W," tutur Fahmi.

Kemudian Fahmi, berharap semoga komitmen dalam menangani persoalan energi itu tidak sekedar menjadi wacana di panggung debat oleh para capres. Namun, lebih dari itu, pemerintah harus merealisasikan dan mengutamakan kepentingan rakyat. (*)

Jurnalis: Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search