TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Politik

Pengamat Nilai Prabowo Mempolitisasi Harga BBM

19/02/2019 - 13:50 | Views: 173.33k
Pengamat Energi UGM, Fahmi Radhi (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pengamat Energi UGM, Fahmi Radhi, menilai narasi-narasi yang selama ini di sampaikan oleh Paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto, terkait dirinya kalau terpilih menjadi presiden RI akan segera menurunkan harga BBM dan listrik. Merupakan upaya mempolitisasi harga BBM di massa kampanye.

Menurut Fahmi, Prabowo mengatakan itu tanpa melakukan analisis dan pertimbangan yang matang terkait materi kampanye yang dilakukan. Karena kenaikan harga BBM suatu waktu tidak secara otomatis ditentukan oleh negara. Melainkan, mengikuti perubahan fluktuasi rupiah dan pengaruh harga minyak International.

Kemudian, Fahmi juga menyinggung soal fluktuasi harga BBM di masa pemerintahan Jokowi selama empat tahun. Menurutnya, hal itu terjadi karena wajar saja dilakukan melihat suasana harga di pasar global semakin naik.

"Kalau pemerintah memutuskan penurunan BBM pekan lalu disebabkan harga minyak dunia turun dari $ 80 menjadi $50 per barel. Rupiah cenderung menguat dari 15.000 mencapai 13.000 per dollar. Dalam kondisi tersebut keputusan penurunan harga BBM bukan pertimbangan politik untuk mendongkrak elektabilitas, namun lebih memenuhi harga keseimbangan," tutur Fahmi kepada Wartawan TIMES Indonesia di Kampus MM-UGM Saharjo Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Sementara itu, terkait rencana Prabowo ingin melakukan pengembangan migrasi dari energi fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT), Menurut Fahmi, hal itu mustahil dilakukan, karena teknologi nya masih belum ada di Indonesia.

"Dalam pengembangan EBT 02 akan berdayakan Etanol dan jarak untuk hasilkan bioful, yang belum ada teknologinya, sehingga agak sulit. 01 sudah kembangkan EBT dengan menggunakan berbagai resources yang tersedia berlimpah, tenaga surya, kayu, panas bumi, termasuk sawit untuk B20 hingga B100," ujar Fahmi.

Saran Fahmi kepada Paslon Nomor urut 02, Prabowo Subianto, agar mengkaji lagi tentang isu penurunan harga tersebut. Agar tidak menjadi blunder nanti setelah terpilih menjadi presiden," ya kepada pak Prabowo segera kaji lagi dulu, biar ngak terjadi blunder terus," tandas Fahmi Radhi, Pengamat Energi UGM. (*)

Jurnalis: Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search