TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Ferdinand Hutahaean: Keberadaan Perusahaan Asing di Pelabuhan Harus Dikaji

20/02/2019 - 11:51 | Views: 86.43k
Juru Bicara BPN Duet Prabowo Sandi, Ferdinand Hutahaean (FOTO: Arsip Ferdinand)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Juru Bicara BPN  Duet Prabowo Sandi, Ferdinand Hutahaean, menilai keberadaan asing di pelabuhan-pelabuhan Indonesia bisa mengancam kedaulatan maritim Indonesia, mengingat sudah sudah banyak kekayaan Indonesia yang sudah dikuasai asing, seperti udara yang hampir seluruhnya di kuasai Singapura.

"Apa yang di sampaikan pak Prabowo itu adalah fakta seperti udara kita. Lalu lintas udara kita masih dikuasai oleh Singapura. Ini bisa mengancam kedaulatan negara kita, pelabuhan kita dikelola oleh Pelindo. Tetapi lihat anak usaha yang bermain di sana seperti di Tanjung Priok ada pengelolaan kontainer itu oleh Hutchison yang dilakukan oleh negara asing," tutur Ferdinand kepada Wartawan TIMES Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019).

Oleh karena itu, Ferdinand membantah pernyataan Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya, sebelumnya mengatakan, kalau bekerja sama dengan asing dalam hal mengelola pelabuhan merupakan sesuatu yang wajar dalam bisnis pelabuhan di berbagai negara. Menurut Ferdinand, membiarkan pelabuhan dikuasai asing sama halnya menjual Indonesia kepada orang lain.

"Pelabuhan kontainer di Tanjung Priok itu perusahaan siapa yang mengelola itu perusahaan asing. Perusahaan luar ini tidak boleh kita biarkan, agar supaya kedaulatan maritim kita bisa dinikmati sendiri oleh bangsa yang besar ini," ujar Ferdinand.

Di soal terkait dengan keberadaan Jakarta International Terminal Container (JICT) yang sudah 49 % sahamnya dimiliki oleh Hutchison. Ferdinand mendesak pemerintah segera menyetop kontraknya, agar sahamnya bisa diambil alih 100% menjadi milik Indonesia, dan dinikmati bangsa sendiri.

Diketahui JICT yang merupakan anak perusahaan Pelindo Dua tersebut akan berakhir kontrak nya pada tanggal 27 mendatang, dan kemungkinan akan memproses permohonan perpanjangan kontrak kepada pemerintah kedepan.

Menurut Ferdinand pemerintah harus mengambil alih semuanya, mengembalikan kedaulatan maritim Indonesia, dengan cara tidak memperpanjang kontrak JICT tersebut agar supaya bangsa sendiri mengelola dan menikmati nya.

"Ya itu yang saya sampaikan slaah satunya Jakarta International container itukan tidak murni di kelola oleh badan usaha kita maka yang begini begini kedepan tidak boleh terjadi yang namanya pintu pintu masuk bangsa pelabuhan," kata Ferdinand.

Komitmen Ferdinand untuk program Duet Prabowo-Sandi kedepan akan merebut kembali kekayaan Indonesia yang di kelola dan dikuasai asing itu. Demi menjaga kesejahteraan masyarakat dari hasil kekayaan negerinya sendiri.

"Jadi yang begini-begini kita akan selesaikan, kita akan ambil alih untuk menjaga kedaulatan negara kita, mari kita saatnya berpikir untuk bangsa sendiri bukan untuk asing terus," kata Ferdinand Hutahaean, Juru Bicara BPN Duet Prabowo Sandi. (*)

Jurnalis: Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search