TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Kemenlu RI: Sentralitas ASEAN Perlu Diperkuat

13/03/2019 - 19:06 | Views: 6.74k
Sekretaris Direktorat Jendral Kerjasama ASEAN Kementrian Luar Negeri, Vedi Kurnia Buana saat menjadi pembicara kunci dalam International Conference On ASEAN Studies (ICON) 2019 di FISIPOL UGM, Rabu (13/3). (FOTO: Humas UGM/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Negara-negara di kawasan Asia Tenggara diharapkan mempertahankan sentralitas ASEAN. Hal ini perlu terus diperkuat oleh negara-negara anggotanya ditengah tarik menarik konstelasi kekuatan dunia. Apalagi, ASEAN yang berada di tengah kawasan Indo-Pasifik harus mampu memainkan peranannya.

“ASEAN  menghadapi tantangan tarik-menarik kekuasaan dari major power salah satunya konsep Indo-Pasifik,” kata Sekretaris Direktorat Jendral Kerjasama ASEAN Kementrian Luar Negeri RI, Vedi Kurnia Buana saat menjadi pembicara kunci dalam International Conference On ASEAN Studies (ICON) 2019 di FISIPOL UGM, Rabu (13/3/2019).

Karena itu, Vedi menyampaikan pentingnya bagi ASEAN untuk mengembangkan konsep bersama ASEAN tentang kerja sama Indo-Pasifik. “ASEAN di tengah konsep Indo-Pasifik, harus punya konsep sendiri,” terang Vedi

Sementara itu, Duta Besar Misi Jepang untuk ASEAN H.E. Kazuo Sunaga menyampaikan kebijakan politik luar negeri Jepang “Free and Open Indo-Pasific Strategy” (FOIP). Kebijakan tersebut menjadi kunci penting dalam mewujudkan stabilitas dan kemakmuran masyarakat internasional. Salah satu tujuannya adalah membangun konektivitas antara Asia dan Afrika.

“Kebijakan ini memandang dua benua yakni Benua Asia dan Benua Afrika serta dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia sebagai hal yang penting sehingga Jepang selalu berusaha mempromosikan kerja sama untuk kemamkuran bersama,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan tentang jalinan kerja sama yang dijalankan antara Jepang dan ASEAN. Kazuo Sunaga menyebutkan bahwa hubungan antara ASEAN dan Jepang telah terbentuk sejak 1973 sebagai mitra wicara pertama ASEAN. Hubungan kemitraan tersebut terus menguat dan berkembang dari waktu ke waktu.

“ASEAN merupakan mitra kerja sama strategis bagi Jepang,” ungkapnya.

Dia mengatakan ASEAN telah menjadi mitra Jepang dalam mewujudkan kesejahteraan bersama serta mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan. Selain itu, ASEAN juga menjadi mitra dagang penting bagi Jepang. Bahkan ASEAN menjadi tujuan favorit bagi perusahaan-perusahaan Jepang untuk berinvestasi.

Dalam konferensi dan seminar internasinal yang diselenggarakan ASEAN Studies Center FISIPOL UGM vekerjasama dengan Fakultas Hukum UGM dan Center for Asian Legal Exchange of Nagoya University tersebut turut dipaparkan hasil riset tentang studi ASEAN dan ASIA Tenggara. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta dari kalangan akdemisi dan praktisi. (*)

Jurnalis: Ahmad Tulung (MG-65)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search