TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

DER - ACT Mencari Lokasi Aman untuk Bangun Dapur Umum di Sentani Jayapura

19/03/2019 - 10:45 | Views: 13.18k
Hingga Senin (18/3), tercatat 73 warga meninggal dunia akibat banjir bandang. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAYAPURA – Banjir bandang yang merendam Kecamatan Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) belum beranjak surut. Lukman Solehudin dari Tim Disaster Emergency Response - Aksi Cepat Tanggap atau DER - ACT melaporkan, beberapa titik wilayah di Kecamatan Sentani masih terendam banjir.

Kata Lukman banjir yang sebelumnya sudah surut kembali terjadi akibat hujan deras terus mengguyur semalaman, Minggu (17/3).

ACT-meninggal-dunia-akibat-banjir-bandang2.jpg

Bahkan genangan air dan lumpur menyebabkan sejumlah jalur kendaraan mengalami kemacetan. Di Jalan Raya Kemiri, misalnya, perjalanan tim menuju Posko Induk Pemerintah di Kantor Bupati Jayapura sempat terhambat. “Kami ingin meninjau data korban dan dampak yang terjadi akibat bencana,” terang Lukman, Senin (18/3).

Hingga Senin (18/3), tercatat 73 warga meninggal dunia akibat banjir bandang tersebut. Sementara jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah, mengingat masih banyak warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.

Tak hanya korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan ribuan warga mengungsi dari rumah mereka yang terendam banjir dan mengalami kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan, ada sekitar 4.157 orang mengungsi di beberapa titik pengungsian Kota Jayapura.

ACT-meninggal-dunia-akibat-banjir-bandang3.jpg

Posko Induk Pemerintah di Kantor Bupati Jayapura, kata Lukman, merupakan satu dari beberapa titik pusat pengungsian di Jayapura. Sekiranya ada ratusan warga yang mengungsi di sana, sebab rumah mereka terendam banjir, bahkan ada yang sudah mengalami kerusakan.

“Kami juga sempat mendapat laporan, sebagian kecil dari warga ada yang memilih bertahan di rumah, meski air ataupun lumpur masih menggenang. Bahkan ada daerah yang terisolir, warga yang tinggal di sana tidak bisa keluar, kami pun tidak bisa menyambangi mereka untuk beri bantuan,” ungkap Lukman.

Hingga Senin (18/3) pukul 13.30, Lukman dan tim sedang mengupayakan pendirian Posko Kemanusiaan ACT di Sentani. Selain posko, nantinya juga akan ada Dapur Umum untuk menopang kebutuhan pangan para korban selama fase darurat, baik yang mengungsi maupun yang memilih tinggal di rumah.

Lukman dan timya masih mencari lokasi yang tepat untuk pendirian posko dan dapur umum, sembari menyisiri titik-titik wilayah yang terkena dampak banjir paling parah.

Lukman menambahkan, tim juga terus membagikan makanan siap santap untuk para korban terdampak banjir. Sekiranya ada ratusan paket yang disiapkan untuk memenuhi asupan pangan mereka setiap hari. Sebab bagi Lukman, makanan siap santap adalah kebutuhan paling darurat bagi mereka.

“Di fase emergency, mereka sangat membutuhkan makanan siap santap. Hari ini, kam dari tim DER - ACT sudah mendistribusikan 200 paket makanan. Ke depannya, insya Allah, kami targetkan akan menyiapkan 1.000 paket, tentu dibantu dengan adanya Dapur Umum. Semoga dapat lekas terealisasi,” pungkas Lukman. (*)

Penulis: Dian Laksana (CR-117)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search