TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Menristekdikti RI Ngotot Pecat Calon Rektor Unpad, Ketua MWA Rapat di Kemkominfo RI

22/03/2019 - 10:37 | Views: 1.10m
Menristek Dikti RI Mohammad Nasir. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTAMenristek Dikti RI Mohammad Nasir tetap dalam pendiriannya untuk memecat calon rektor Unpad (Universitas Padjadjaran) Prof. Dr. Obsatar Sinaga SIP, MSi. Menyikapi itu, Ketua MWA (Majelis Wali Amanat) Unpad Rudiantara mengundang beberapa orang untuk rapat pleno pemilihan rektor (Pilrek) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika / Kemkominfo RI di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).

"Agendanya tindak lanjut Pemilihan Rektor Unpad periode 2019-2024 pasca surat Menristekdikti kepada MWA Unpad No. R/120/M/KP.06.01/2019, tertanggal 18 Maret 2019," tulis Rudiantara dalam undangan yang beredar di kalangan wartawan.

Rapat pleno MWA Unpad rencananya digelar di Lantai 7 Gedung Kemkominfo pukul 13.30 hingga 15.30 WIB. Rapat juga dikabarkan akan dihadiri Menteri Mohammad Nasir yang memiliki suara 35 persen dalam pemilihan rektor atau setara dengan 7 orang.

Namun sebagian anggota MWA menyebut rapat di kantor Menteri Rudiantara sebagai pemaksaan. Sebelumnya telah digelar rapat di Kantor MWA Unpad di Jalan Cimandiri, Kota Bandung.

"Padahal rapat pada 15 Maret 2019 yang dipimpin Wakil MWA Prof. Ida, rapat pleno pilrek akan digelar 29 Maret 2019," kata sumber TIMES Indonesia di Unpad. "Tetapi tiba-tiba diserobot Menteri Ristekdikti dan ketua MWA mengundang rapat pleno hari ini," tambahnya.

surat.jpgSurat KASN sebagai jawaban kepada Menristekdikti Mohammad Nasir (FOTO: Yayat R Cipasang/TIMES Indonesia)

Kabar terbaru, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) RI Sofian Effendi mengeluarkan tanggapan terkait surat Mohammad Nasir yang tetap ingin memecat Obsatar. Dalam tanggapannya, Sofian Effendi tetap dengan pendirian semula bahwa pemecatan calon rektor Unpad itu tidak sah. Selain telah mengundurkan diri dari anggota komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) RI, Obsatar juga diusulkan dipecat oleh rektor Unpad yang tengah cuti.

"Seorang anggota KPI yang telah menyatakan mengundurkan diri, maka yang bersangkutan berhenti dari jabatannya tanpa harus menunggu Keputusan Presiden," kata Sofian Effendi.

"Lazimnya Pegawai Negeri Sipil yang sedang menjalankan cuti tidak melakukan pekerjaan atau mengambil keputusan yang terkait dengan tugas-tugas kedinasan," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Obsatar dipecat Rektor Unpad Prof. Dr. dr. Tri Hanggono Achmad. Tri Hanggono yang juga mencalonkan diri kembali sebagai rektor dipastikan cuti. Namun, belakangan ketika petahana tidak lolos dalam tiga besar tiba-tiba mengeluarkan surat pemecatan kepada Obsatar sebagai ASN. Menristek Dikti RI sendiri tetap dalam pendiriannya untuk memecat calon rektor Unpad itu. Menyikapi itu, Ketua MWA (Majelis Wali Amanat) Unpad Rudiantara mengundang beberapa orang untuk rapat pleno pemilihan rektor (Pilrek) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika / Kemkominfo RI di Jalan Medan Merdeka Barat. (*)

Jurnalis: Yayat R Cipasang
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search