TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Kesehatan

Penyebab Keringat Dingin yang Harus Diwaspadai

23/03/2019 - 03:14 | Views: 37.59k
ILUSTRASI - Keringat Dingin. (FOTO: Hello Sehat)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Keringat dingin adalah tanda tekanan yang tiba-tiba dan signifikan, yang mungkin berasal dari fisik atau psikologis, atau kombinasi keduanya. Rata-rata orang memiliki 2 hingga 4 juta kelenjar keringat. Banyak penyebab keringat dingin yang terjadi tiba-tiba. Selain karena kondisi stres, panik, beberapa gangguan kesehatan atau kondisi fisik tertentu ternyata bisa memicu munculnya keringat dingin.

Berikut ini situasi dan kondisi lain yang memicu penyebab keringat dingin yang Anda alami.

1. Gangguan kecemasan

Keluar keringat dingin bisa menjadi gejala serangan panik, kecemasan sosial, dan kecemasan umum. Segera temui dokter spesialis untuk mendapatkan pilihan pengobatan.

2. Infeksi

Berkeringat dingin bisa menjadi tanda respons tubuh terhadap berbagai infeksi, termasuk tuberkulosis dan HIV.

3. Penggunaan obat-obatan

Obat-obatan tertentu memiliki efek samping berkeringat yang berlebihan. Obat-obatan penurun demam seperti paracetamol menyebabkan keluarnya keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Obat-obatan lainnya yang mempunyai efek samping berkeringat seperti obat antinyeri, obat antihipertensi, dan obat-obatan hormonal.

4. Serangan jantung

Keringat dingin bisa menjadi tanda peringatan serangan jantung. Jika merasa berkeringat dan basah, sesak napas, dan mengalami nyeri di dada atau tubuh bagian atas, kondisi ini berbahaya dan harus segera mencari perawatan medis.

5. Hipoksia

Hipoksia adalah istilah medis untuk kekurangan oksigen, yang dapat berkembang ketika area di dalam tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup, mungkin karena penyumbatan, cedera, atau paparan racun atau alergen. Ini dapat menyebabkan keringat dingin dan membutuhkan perawatan segera.

6. Hipoglikemia

Juga dikenal sebagai glukosa darah rendah, hipoglikemia terjadi ketika gula darah seseorang turun di bawah normal. Kondisi ini merupakan risiko khusus bagi penderita diabetes.

7. Gejala menopause

Perubahan kadar hormon terkait menopause dan perimenopause dapat memicu keluar keringat dingin.

Itulah tujuh penyebab keringat dingin yang sering terjadi. Anda bisa mengatasi gangguan kesehatan ini dengan berbagai cara seperti mengendalikan stres, istirahat yang cukup dan nyaman, mengatur pola makan, serta olahraga. (*)

Jurnalis:
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search