TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional

Mendag RI Enggartiasto Puji Pasar Badung Bali

22/03/2019 - 23:51 | Views: 28.54k
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, saat hadir dalam peresmian Pasar Badung yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (22/3/2019). (FOTO: IST/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, DENPASARMendag RI Enggartiasto Lukita hadir dalam peresmian Pasar Badung yang dilakukan oleh Presiden RI Jokowi, Jumat (22/3/2019).

Sebelum peresmian pasar dilakukan, Menteri nampak berkeliling meninjau Pasar Badung di lantai 1 dengan didampingi oleh Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

"Kota Denpasar untuk kesekian kalinya mampu menata pasar rakyat yang sebelumnya juga sudah ditunjukkan dan itu selalu menjadi contoh (seperti) Pasar Sindhu (Sanur) yang kami selaku pakai istilah, di pasar itu kita bisa tidur. Karena pengelolaan pasarnya yang baik," ucapnya, saat ditemui awak media.

Menteri Enggartiasto juga menjelaskan, dengan resminya Pasar Badung di Kota Denpasar, tentu ada korelasinya dengan peningkatan penjualan  pedagang pasar itu sendiri.

Mendag-RI-Bali-2.jpg

"Tinggi sekali dan luar biasa. Pasar ini sempat terbakar. Kemudian Bapak Wali (Bagus Rai Dharmawijaya Mantra), segera menyampaikan kepada kami pemerintah pusat. Saya juga segera lapor kepada Bapak Presiden meminta izin karena anggarannya cukup besar," ujarnya.

"Anggara antara APBD dengan APBN, Bapak Wali Kota, memberikan perhatian yang sangat khusus dalam waktu yang tidak terlalu lama, dan bersyukur kita bisa menyelesaikan pembangunan ini," sambung Menteri Enggartiasto.

Ia juga menjelaskan, yang paling penting sebenarnya kalau membangun pasar itu,  tidak terlalu susah dan bisa sederhana. Namun,  bagaimana Wali Kota bisa  menata dan Bapak Presiden Joko Widodo  memerintahkan pihaknya untuk membentuk ekosistem dari offline dan online demikian juga dengan pembayaran.

"Saya harus menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Walikota kepada kepala Dinas, kepada Dirut Pasarnya, yang mampu melakukan itu. Kemudian, akan ditindak lanjuti dengan penjualan melalui online. Penjualan dan pembelian. Nanti mereka bisa membeli melalui online bisa menjual melalui online," ujarnya.

Selain itu Menteri Enggartiasto juga menjelaskan, bahwa Walikota Denpasar berkeinginan untuk menerapkan aplikasi harga bahan pokok.

"Jadi nanti, dalam waktu tidak terlalu lama rakyat Denpasar dan sekitarnya akan tau kalau mau membeli gula, cabai, akan membanding- bandingkan antara pasar yang satu dengan pasar yang lain, antara pedagang satu dengan pedagang yang lain," ujarnya.

Mendag-RI-Bali-3.jpg

Dengan hal tersebut, menurut Menteri Enggartiasto akan ada  kompetisi yang sehat dan ini semua akan trasnparan.

"Jadi sekali lagi harus diberikan apresiasi, dan percontohan (Pasar) adalah bagaimana menata, bagaimana mengelola dan mengawasi di dalam pelaksanaannya. Sebab, biasanya selesai dibangun yah sudah selesai, dalam 2 atau 3 tahun lagi akan jadi kumuh lagi," ujarnya.

Selain itu Menteri Enggartiasto juga menceritakan, bahwa Walikota Denpasar menunjukkan kepadanya tentang air minum  yang bisa diisi penuh dengan membayar Rp 1000 rupiah. Selain itu, juga terkait bagaimana kebijakan mengatasi sampah plastik

"Tidak sekedar retorika, tapi beliau siapkan semuanya. Banyak hal yang luar biasa. Pasar rakyat adalah urat nadi perekonomian dari daerah dan dari bangsa, itu Bapak Jokowi selalu menekankan itu," ujarnya.

Menteri Enggartiasto juga menjelaskan, bahwa pasar adalah tempat  berinteraksi sosial. Karena, banyak sekali ibu-ibu tidak mau beranjak dari pasar karena tempat interaksinya bertemu sesama ibu-ibu atau bertemu para pedagang dan sebagainya.

"Tetapi ini yang harus kita jaga, beliau menata dengan baik sekali, dan untuk difabel juga disiapkan, lansia disiapkan, untuk ibu menyusui juga disiapkan, dan klinik juga siap dan lengkap. Anggaran yang sama bisa selengkap ini, tetapi anggaran yang sama bisa juga tidak selengkap ini," ujar Mendag RI. (*)

Jurnalis: Muhammad Khadafi
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Bali
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search