TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

TMMD di Jatim Mampu Tingkatkan Taraf Hidup dan Pendidikan Masyarakat

26/03/2019 - 16:06 | Views: 16.05k
Salah satu kegiatan pembangunan sekolah dalam TMMD ke-104 di Jatim untuk membantu peningkatan mutu pendidikan warga daerah terisolir, Selasa (26/3/2019).(Foto : Istimewa)

my_location Fokus Berita

Ketahanan Informasi Desa

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Saat ini, program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 di Jawa Timur mampu menimbulkan berbagai perkembangan positif di lingkup masyarakat di daerah terpencil, seperti meningkatkan taraf hidup sehat dan mutu pendidikan warga.

Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto menegaskan, bukan hanya fokus bagi pembangunan di desa terisolasi saja. Akan tetapi, keberadaan Satgas TMMD di setiap daerah, juga memiliki visi penting, khususnya dalam meningkatkan taraf pendidikan, hingga kesehatan warga.

“Terutama di sektor pendidikan. Di beberapa daerah, seperti di Sumenep. Di sana, mereka (satgas) membangun sebuah madrasah untuk masyarakat sekitar,” terang penulis buku berjudul “Pendekar Nusantara menantang Sun Tzu” ini ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/3/2019) siang.

Selain membangun madrasah, tuturnya, Satgas TMMD di lokasi itu, juga rutin mengajak anak-anak di desa Larangan Kerta, Kecamatan Batu Putih, untuk mengikuti kegiatan bimbingan belajar (bimbel) yang sengaja digelar setiap sore hari.

“Setiap sore, biasanya dimulai pukul 16.00 sampai 16.30 WIB. Kadang ada juga yang mengajar di beberapa madrasah setempat. Biasanya dilakukan oleh beberapa personel satgas ketika jam pelajaran dimulai,” imbuhnya.

Ternyata, peningkatan kualitas pendidikan yang dilakukan oleh satgas kepada masyarakat, bukan hanya berlangsung di Kabupaten Sumenep, Madura saja. Namun terdapat beberapa daerah lainnya, termasuk di antaranya ialah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Ketika dikonfirmasi, Dansatgas TMMD Kodim 0812/Lamongan, Letkol Arh Sukma Yudha Wibawa membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Satgas di bawah kendalinya sedang berupaya untuk menciptakan Desaku Pintar yang sengaja dipusatkan di Desa Kelorarum.

Bahkan, kata dia, program itupun mendapat dukungan dari pihak Pemkab Lamongan, khususnya Dinas Pendidikan setempat. 

“Harapannya nanti, ketika penutupan desa Kelorarum bisa menjadi desa ke-57 dalam program Desaku Pintar di Kabupaten Lamongan,” paparnya.

Program Desaku Pintar, imbuh Letkol Sukma, lebih cenderung mengarah pada gerakan 1821, di mana gerakan tersebut merupakan imbauan kepada para orang tua untuk berhenti menggunakan gadget pada pukul 18.00-21.00 WIB.

“Gerakan ini dinilai efektif untuk mencegah, ataupun mengatasi kecanduan seseorang terhadap gadget,” jelasnya.

Terpisah, Yatmoko (36), Kepala Dusun Kalitengah, desa Kelorarum ini, sangat mendukung keberadaan Desaku Pintar yang saat ini mulai disuarakan oleh personel Satgas bersama Pemkab Lamongan itu. 

Pasalnya, kata dia, selain pengembangan pendidikan dan literasi melalui perpustakaan, keberadaan program Desaku Pintar, dinilai sangat dominan untuk mendongkrak wawasan masyarakat.

“Saya melihat sendiri, program Desaku Pintar kan sudah ada di desa Sumengko. Di desa itu, hampir setiap hari warga datang ke perpustakaan, dan itu menurut saya sangat bagus sekali. Saya ingin desa Kelorarum seperti Desa Sumengko,” ungkap Yatmoko mengapresiasi salah satu program TMMD tersebut. (*)

Penulis: Lely Yuana
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search