TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Pahlawan Pemilu, Ketua KPPS di Banyuwangi Gugur Pasca Pemilu 2019

24/04/2019 - 20:54 | Views: 12.05k
Makam Nanang Subiyanto, Pahlawan Pemilu 2019, ketua KPPS Lingkungan Sumbersawo, Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Gelar pahlawan pemilu, pantas untuk diberikan kepada anggota KPPS yang telah berjasa menyukseskan pagelaran Pemilu serentak 17 April 2019. Ketua KPPS di TPS 28, Lingkungan Sumbersawo, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, gugur karena kelelahan pasca Pemilu 2019.

Nanang Subiyanto (55) meninggal dunia, diduga kuat karena serangan jantung. Nanang menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya, sekira pukul 12.00 WIB, Selasa (22/4/2019) lalu. Kemudian, jenazah dikebumikan pada sore harinya.

Istri tercinta Nanang, Juhariyah (54), mengaku kematian suaminya tersebut sangat mengejutkan seluruh keluarga. Sebab suaminya tak pernah mengeluhkan sakit sebelumnya. Kala itu, suaminya hanya mengeluh kelelahan, merasa capek setelah menjalankan tugasnya sebagai petugas KPPS.

"Saat itu sedang istirahat di kamar. Di saat akan meninggal, suami terus berkedip, setelah itu tidak sadarkan diri," kata istri Nanang kepada TIMES Indonesia, Rabu (24/4/2019).

Setelah itu, kata Juhariyah, untuk memastikan kondisi sang suami, pihak keluarga kemudian bergegas membawanya ke rumah sakit. Namun sayang, belum sempat ditangani, nyawa Nanang Subiyanto tak bisa ditolong.

"Bapak Nanang sudah tiada, beliau terkena serangan jantung," kata Juhariyah menirukan perkataan dokter di RS Fatimah Banyuwangi.

Diakui Juhariyah, aktivitas suaminya sebelum dan sesudah pemilu memang sangat padat. Mulai dari persiapan pembuatan TPS, pemungutan dan penghitungan suara hingga pelaporan di Kelurahan, dilakukannya dengan kerja ekstra hingga larut malam.

"Bapak tidak pernah mengeluh, semua dilakukan sendiri. Bahkan saat penghitungan tidak mau digantikan, malah saat mengirim kotak dan surat suara, mobilnya disetir sendiri. Anggota lain juga ikut menyertai ke kelurahan," pungkasnya.

Saat ini, pihak keluarga belum mendapatkan santunan sepeninggal suaminya. Namun pihak keluarga tidak terlalu mengharapkan santunan tersebut.

"Doakan saja suami saya bisa masuk surga. Beliau adalah pahlawan pemilu, yang gugur setelah melaksanakan tugasnya pada 17 April 2019 sebagai Ketua KPPS di Banyuwangi. Semoga semua perjuangan bapak diterima Allah," katanya. (*)

Jurnalis: Agung Sedana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Banyuwangi
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search