TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Fakultas Teknik UGM Buka Kesempatan 450 Beasiswa Talenta Digital 2019

15/05/2019 - 23:03 | Views: 61.72k
Dekan Fakultas Teknik UGM Prof Ir Nizam (tengah). (FOTO: Ahmad Tulung/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Menyambut Revolusi Industri 4.0, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo RI) menggelar Program Digital Talent Scholarship tahun 2019 (DTS 2019). Program ini terbagi menjadi empat akademi dengan sasaran peserta beasiswa yang berbeda-beda.

Pertama, Fresh Graduate Academy (FGA) ditujukan untuk lulusan D3, D4 dan S1 yang berasal dari jurusan TIK, MIPA dan seluruh jurusan teknik. Kedua, Vocational School Graduate Academy (VSGA) yang ditujuan bagi lulusan SMK. Ketiga, Coding Teacher Akademy (CTA) yang ditujukan bagi para guru SMK, MA serta SMALB bidang TIK ( terbuka bagi Guru PNS dan non PNS).

Terakhir, mitra serfikasi Internasinal Perusahaan Teknologi global yaitu AWS, Cisco, Google dan Microsoft secara nasional, program ini memberikan total 25.000 beasiswa yang terdiri dari 6000 beasiswa FGA, 4000 beasiswa VSGA, 4000 besiswa CTA dan 11.00 besiswa OA.

Untuk menyuseskan acara tersebut, Kemenkominfo RI menunjuk Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) panitia penyelenggara.

“Yakni, pelatihan di bidang Artificial Intelligence dengan kuota 200 beasiswa, Internet of Things dengan kuota 150 Beasiswa dan cyber Security dengan kuota 100 beasiswa,” kata Dekan Fakultas Teknik UGM Prof Ir Nizam, Rabu (15/5/2019).

Nizam menambahkan, UGM telah meresmikan Artficial Intellegence (AI) Center of Excellence. Lembaga ini untuk mewadahi riset yang produktif dan inovatif di bidang teknologi transportasi cerdas. Kemudian, teknologi deteksi dini penyakit dan monitoring kesehatan, sistem robotika dan sensor, komunimasi digital dan sosial media, manajemen energi, dan customer experience berbasis teknologi kecerdasan buatan.

“Melihat kebutuhannya masih sangat besar maka tahun ini pemerintah menyiapkan program beasiswa untuk mendorong digital talenta ini. Kalau kita lihat di perusahaan unicorn misalnya banyak yang mencari digital talentanya dari negara-negara lain yakni Asia Selatan dan Asia Timur,” papar Nizam

Direktur PT Gamatechno Indonesia, Adityo Hidayat mengatakan, digital talenta merupakan program nasional pemerintah yang difasilitasi langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo RI). Program ini juga salah satu yang dihargai cukup tinggi di industri dan tidak hanya didalam negeri tapi juga berpeluang untuk bisa bersaing di luar negeri.

“Program digital talenta ini sangat perlu untuk diketahui oleh masyarakat luas karena bidang yang ditawarkan ini adalah merupakan bidang-bidang yang peminatnya sangat tinggi. Itu terbukti dari penyelenggaraan digital talenta tahun lalu setelah lulus program ini beberapa lulusan sudah diterima di start up dan bidang profesi lainnya,” terang Adityo

Peserta mahasiswa dapat memilih salah satu dari 3 bidang yakni bidang AI memberikan bekal peserta untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi AI atau kecerdasan buatan yang sangat bermanfaat untuk perusahaan-perusahaan untuk dalam mengefisiensikan sumber daya baik manusia maupun piranti-pirantinya, misalnya prediksi pasar saham dan ekstraksi informasi.

Berikutnya, bidang Internet of Intelligence (IoT) Pelatihan ini secara garis besar bertujuan untuk memberikan pemahamam dan pengalaman kepada peserta dalam perancangan sistem dan aplikasi berbasis IoT.

Kemudian, bidang Cybersecurity mengadopsi kurikulum Cisco Network Academy yang terdiri dari CCNA Security dan CCNA Cyber Ops. Materi pelatihan CCNA Security menekankan pada teknologi utama keamanan yang terdiri dari instalasi, troubleshooting dan memonitor perangkat jaringan untuk menjaga integrity, confodentiality dan availability data dan perangkat.

Kesempatan beasiswa FGA ini terbuka bagi seluruh mahasiswa terutama lulusan lulusan yang belum mendapatkan pekerjaan tetap, atau lulusan yang pernah bekerja tapi sedang tidak bekerja. Mahasiswa tahun akhir dapat mendaftar dengan melampirkan transkrip nilai dan surat keterangan dari kampus/prodi yang menyatakan sedang mengerjakan tugas akhir.

Rangkaian kegiatan kelas pelatihan diselenggarakan secara tatap muka selama 2 bulan yaitu pada tanggal 28 Juni hingga 20 Agustus 2019.

Selama pelaksanaan ini penerima beasiswa FGA mendapatkan bantuan uang saku dan bantuan biaya hidup total sebesar Rp 1,5 juta pemberiannya 2 kali seperti tahun lalu. “Tujuan dari program FGA ini yaitu mempersiapkan keahlian skills teknis peserta pada setiap bidang dan bagi peserta yang nilainya mencapai batas maksimum masing-masing bidang akan mendapatkan sertifikasi Internasional,” jelas Adityo. (*)

Jurnalis: Ahmad Tulung
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search