TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

Koperasi Terbukti Mampu Beradaptasi Sesuai Perkembangan Zaman

15/05/2019 - 23:41 | Views: 9.09k
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan (FOTO: Ali For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTAKoperasi bukan wadah usaha yang ketinggalan zaman, lembaga ini mampu beradaptasi dengan perubahan. 

Hal tersebut karena koperasi selalu mampu bersaing dengan entitas usaha lainnya sehingga saat ini mudah menemukan koperasi yang dalam pelayanannya berbasis digital.

Adanya anggapan sebagian orang bahwa koperasi berskala ekonomi kecil, hanya hidup di pedesaan dan ketinggalan zaman adalah pandangan yang salah kaprah. 

Terbukti, Koperasi kini telah mengalami perubahan menjadi entitas ekonomi berskala besar, berkembang dengan teknologi maju dan banyak melibatkan kalangan muda.

Demikian disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan dihadapan para Mahasiswa saat memberikan kuliah umum di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti, Jakarta, Rabu (15/5).

Prof Rully mencontohkan dua koperasi besar yang pengurusnya hadir dalam kuliah umum tersebut, yakni Ketua Credit Union (CU) Sauan Sibarrung, Tana Toraja Sulawesi Selatan, Fredy Rante Taruk dan Ketua KSP Sejahtera Bersama, Bogor Iwan Setiawan.

“Ini buktinya, saya bawa dua koperasi besar yang berbasis digital, CU Sauan Sibarrung kini sudah memiliki 34 ribu anggota dengan omzet lebih dari Rp 400 miliar. Ketua koperasinya Pak Fredy, juga lulusan doktor di Universitas Triksakti yang penuh dengan sejarah ini,” kata Rully.

Adapun KSP Sejahtera Bersama, yang berkantor pusat di jalan Pajaran Bogor, memiliki omzet Rp 2,5 triliun dengan jumlah anggota 200 ribu orang dan 104 cabang di berbagai kota.

“Kalau memiliki omzet triliunan itu sudah setara dengan perusahaan besar. Jadi saat ini sudah banyak sekali koperasi yang besar-besar,” ujar prof Rully.

Ditegaskannya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen melakukan rebranding koperasi agar koperasi semakin dikenal oleh semua kalangan.

“Kita juga melakukan rebranding koperasi, dimana isunya disesuaikan dengan kekinian maupun perilaku kehidupan generasi milenial,” kata Prof Rully.

Menurut dia, Rebranding koperasi menyasar tiga kelompok, pertama yakni kalangan muda, perempuan dan terkahir masyarakat. 

Untuk kalangan anak muda, koperasi dikampanyekan sebagai wadah yang cocok bagi berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan kepentingan, sehingga dapat menjadi co-working place bagi generasi muda millenial dimana terjadi sharing economy diantara anggotanya secara langsung.

Bagi perempuan, koperasi mampu menciptakan efisiensi kolektif diantara anggota, sehingga kebutuhan yang sama diantara mereka dapar dipenuhi lebih murah, cepat dan berkualitas.

Rebranding kepada masyarakat, yakni koperasi memiliki potensi utnuk menjadi crowd business sehingga adaptasi teknologi informasi dapat menjadi efektif untuk menjangkau pasarnya. Pasar yang dimaksud adalah anggota yang menjadi pelanggan sekaligus pemilik.(*)

Jurnalis: Alfi Dimyati
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search