TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Kejari Bontang Setorkan Uang 1 Miliar Kasus Proyek Pemecah Ombak ke Kas Negara

15/05/2019 - 23:48 | Views: 12.81k
Kajari, Agus Kurniawan beserta jajaranya Pidsus Kejari Bontang menyerahkan Uang 1 Milyar kepada Pinca Bank Mandiri Cabang PT Badak untuk disetorkan ke kas negara,Rabu (15/5/2019). (Foto: Kusnadi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONTANGKejari Bontang menyerahkan uang pengganti sebesar 1 miliar proyek pembangunan pemecah ombak anggaran APBD 2013 hingga 2015 kepada Pimpinan Cabang Bank Mandiri Cabang PT Badak Bontang untuk disetorkan ke kas negara, Rabu (15/5/2019) siang.

Penyetoran tersebut didasarkan atas putusan inkracht Pengadilan Tinggi Kaltim di Samarinda, pada bulan Maret 2019 yang memvonis hukuman penjara selama 4 tahun kepada terpidana Ir. Rudi Muhammad Saidi.

"Penyerahan uang pengganti sebesar 1 miliar Rupiah yang dibebankan atas nama terpidana Ir. Budi Muhammad Saidi dalam perkara tindak pidana korupsi atas pekerjaan proyek pemecah ombak pulau Beras Basah," ujar Kajari Bontang Agus Kurniawan kepada awak Media di Kantor Cabang Bank Mandiri Badak Kampung Baru, Bontang Kaltim.

Sementara itu Kasi pidsus, Yudo Adiananto menjelaskan lebih lanjut, selain putusan empat tahun penjara yang diberikan kepada terpidana Ir Rudi Muhammad Saidi, ia juga diganjar berupa denda 200 juta dan subsider 6 bulan kurungan penjara.

Begitu pula bagi tujuh orang terpidana lainnya yang putusan pengadilannya sudah inkracht telah menyanggupi mengembalikan uang pengganti yang diminta.

Total ada sebelas terpidana yang sudah inkracht, yang diterima putusan kasasinya sebanyak tujuh orang. Ketujuh orang tersebut sudah dilakukan eksekusi pidana badan dengan masing masing putusannya.

Dari tujuh orang tersebut, dua orang sudah menyatakan tidak sanggup mengembalikan uang pengganti yang telah di putuskan dalam pengadilan.

"Terkait dengan Sutanto, pidana 6 tahun denda 200 juta uang pengganti 1 miliar, 63 juta tapi yang bersangkutan tidak sanggup membayar. Jadi 1 miliar subisder jadi 2 tahun, 200 Juta include 6 bulan penjara begitu pula bagi Ferlian dan Sunarya," jelasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, pihaknya masih menunggu terpidana Saiful Amal untuk menyerahkan uang pengganti yang telah ditetapkan padanya hingga sebelum cuti bersama Idul fitri nanti. "Sunarya dan Ferlian pun tidak sanggup membayar denda. Selebihnya membayar denda. Khusus Saiful masih diberi kesempatan sampai cuti bersama sebelum hari raya," paparnya

Diketahui ketujuh terpidana kegiatan proyek pemecah ombak yang merugikan negara sebanyak 10 miliar tersebut diantaranya Rudi M. Saidi, Ferliean Southanto, Usman Nawing, Suryanta, Sunarya, Prihantono Giri Nugroho dan Saiful Amal.(*)

Jurnalis: Kusnadi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : Bontang TIMES
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search