TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Membanggakan, Kota Batu Bagian Gerakan Menuju 100 Smart City 2019

15/05/2019 - 23:52 | Views: 8.04k
Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi saat menandatangani nota kesepahaman Program Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 di Hotel Santika Premiere, Hayam Wuruk Jakarta. (ist/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BATU – Membanggakan, Kota Batu menjadi salah satu kota di Indonesia yang diundang untuk menandatangani Nota Kesepahaman Program Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 di Hotel Santika Premiere, Hayam Wuruk Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Undangan nota kesepahaman ini menyusul lulusnya Kota Batu dalam assessment smart city nasional yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Penandatangan nota ini dilakukan oleh Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko M.Si bersama 24 Kepala Daerah lainnya.

Smart-City-2019.jpg

Ke-25 kota dan kabupaten yang menandatangani nota kesepahaman tersebut adalah Kota Ambon, Kota Balikpapan, Kota Banda Aceh, Kota Batu, Kota Bontang, Kota Cilegon, Kota Depok, Kota Jayapura, Kota Kupang, Kota Kediri, Kota Magelang, Kota Madiun, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Banjar, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Demak, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kebumen , Kabupaten Klaten , Kabupaten Padang Pariaman , Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Wonosobo.

“Alhamdulillah, kita dipercaya menjadi bagian dalam program ini,” ujar Dewanti didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Batu, M Agoes Machmoedi. Penandatanganan ini wujud kesiapan Kota Batu untuk menyusun rencana induk smart city.

Smart-City-2019-b.jpg

Proses assessment sendiri berlangsung sejak awal bulan Maret tahun 2019, dimana awalnya terdapat 107 Kota /Kabupaten yang dianggap mampu untuk menjalankan program smart city ini. Mereka dianggap siap dari sisi infrastruktur, suprastruktur serta sesuai dengan visi dan misi kepala daerah.

Sekedar diketahui, program yang menginjak tahun ketiga ini diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersinergi dengan Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Kementerian PUPR dan Staf Kepresidenan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menegaskan bahwa smart city bukan sekedar belanja teknologi, namun lebih menekankan pada pelayanan kepada masyarakat dengan menggunakan teknologi yang inovatif.  

Sementara itu Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dalam sambutannya menjelaskan mengenai empat strategi yang dilaksanakan untuk mencapai pengelolaan smart city di Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Inti dari gerakan smart city adalah membangun seluruh kota dan mempelopori.

Selain menjadi kota cerdas, kata Tjahjo, kota ini harus menjadi kota berprestasi. Kepala daerah harus mengambil resiko, meniru daerah yang berprestasi untuk mengembangkan kota dan kabupaten yang ada.

Karena itu cukup membanggakan bagi Kota Batu menjadi salah satu kota di Indonesia yang diundang untuk menandatangani Nota Kesepahaman Program Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 di Hotel Santika Premiere, Hayam Wuruk Jakarta, Rabu (15/5/2019).(*)

Jurnalis: Muhammad Dhani Rahman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Batu
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search