TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa

Catatan Karir Mesak Paidjala: Figur Muda Sarat Kontribusi

28/05/2019 - 07:16 | Views: 11.31k
Mesak Paidjala, Senin (27/5/2019). (Foto : Istimewa)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kabupaten Aru merupakan wilayah di Kepulauan Maluku nan kaya akan sumber daya alam namun belum tersentuh secara maksimal oleh pemerintahan daerah setempat. 

Membangun Aru menjadi kawasaan mandiri menjadi impian Mesak Paidjala, S.Sos, M.Si, figur muda yang mengawali karir akademik dan organisasi di Kota Surabaya, Jawa Timur. 

Mesak-Paidjala-b.jpg

Moncer di Jatim dan sarat kontribusi, kini Mesak menyampaikan keinginan untuk pulang membangun Aru sebagai kawasan potensial. Berikut catatan karir Mesak Paidjala yang dirangkum oleh Times Indonesia.

Aktif Sebagai Praktisi Bencana 

Wakil Ketua Angkatan Muda Pemuda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jatim ini aktif terjun sebagai praktisi bidang penanggulangan bencana dan diangkat menjadi Ketua Relawan Kampus Jawa Timur sejak 2013.

“Saya aktif melakukan sosialisasi tentang kebencanaan di Jatim terkait dengan potensi bencana di wilayah tersebut termasuk pendampingan simulasi,” terang Mesak Paidjala, Senin (27/5/2019).

Selama berkiprah dalam lingkup relawan bencana, Mesak duduk sebagai Koordinator Pusat Studi Bencana dan Lingkungan di Kampus Universitas Dr Soetomo (Unitomo) hingga pada 2015-2016.

Ia mendapat kehormatan sebagai tenaga ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jatim serta Koordinator Bidang Fasilitator Pusat Penelitian dan Pelatihan Indonesia Tangguh (PUSPPITA).

Mesak-Paidjala-c.jpg

Giatkan UKM Bola Lejitkan Pemain Ternama 

Kandas menggantungkan cita sebagai pesepak bola profesional klub Persebaya, pria kelahiran Benjina 1 Juni 1987 tersebut justru berhasil mengantar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola di Unitomo melejitkan pemain-pemain bintang di kancah Nasional. 

“Dulu saya merantau ke Surabaya ingin menjadi pemain Persebaya, tapi terhalang karena minim jaringan di sini dan saya akhirnya harus bekerja sebagai cleaning service di sebuah dealer lalu selang satu tahun saya diangkat jadi mekanik,” kenangnya saat datang ke Kota Pahlawan 2006 silam.

Nasib membawa Mesak melanjutkan studi sambil bekerja. Pada 2009 ia kuliah di Unitomo mengambil Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Jurusan Ilmu Administrasi Negara.

Selama menempuh pendidikan, kemampuan organisasi Mesak makin terasah. Impian menjadi pemain bola kenamaan mungkin tinggal angan.

Namun, tangan dingin Mesak Paidjala sebagai pembina UKM Bola Unitomo mengantarnya bertemu para pemain sekaliber Timnas.

“Saya terlibat dalam tiap prestasi yang diraih UKM bola. Banyak pemain yang belum menjadi pemain bintang sekarang sudah tenar di Persebaya,” demikian sambung Mesak yang akrab disapa Echa ini kepada Timesindonesia.co.id

Mesak-Paidjala-d.jpg

Aktif Berorganisasi 

Tidak berpuas diri, passion dalam oganisasi terus ia asah sembari menyelesaikan kuliah di Fakultas Ilmu Administrasi Jurusan Administrasi Negara Unitomo. 

“Organisasi kampus hanya untuk internal kampus, lalu saya mengasah kemampuan di luar. Saya pikir Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menjadi salah satu organisasi di Jatim yang berkualitas dan mampu melahirkan pemimpin baru dunia politik,” tandas mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administarsi (FIA) Unitomo tersebut.

Karir organisasinya makin melejit ketika ia direkrut AMPI Jatim usai menyelesaikan S1 menyabet gelar lulusan terbaik Jurusan Administrasi Publik atau Negara (2013).

Seiring, Mesak memperoleh beasiswa magister dari Rektor Unitomo, Bachrul Amiq.

“Saya sejak kecil hobi berorganisasi dan saya sangat meyakini bahwa orang yang aktif dalam organisasi akan mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ungkap Mesak.

Kerja sambil kuliah dan mengurus organisasi menjadi Presiden BEM bukan perkara mudah. Mesak mengaku telah mengatur waktu dengan baik. Dalam kesempatan itu selalu ada motivasi dan dorongan kepada mahasiswa. 

Mesak-Paidjala-e.jpg

“Dari hasil itu saya sangat mensyukuri bisa bergabung dan memberikan kontribusi,” ungkap pria low profile yang masih aktif sebagai Dosen Departemen MKDU Unitomo ini. 

Tercatat berikut sederet catatan pengalaman organisasi Mesak Paidjala :

Tahun 2003 s/d 2004​: Wakil Ketua Angkatan Muda GPM Ranting Bethel Benjina

Tahun 2011 s/d 2012​: Ketua Tim SC Temu Administrasi Negara Provinsi Jawa Timur

Tahun 2011 s/d 2012​: Presiden BEM FIA Universitas Dr Soetomo Surabaya

Tahun 2012 s/d 2017​: Ketua Relawan Kampus BPBD Provinsi Jawa Timur

Tahun 2013 s/d 2015​: Koordinator Mahasiswa Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) Jawa Timur

Tahun 2013 s/d sekarang​: Ketua Dewan Pembina Himpunan Mahasiswa Aru Surabaya

Tahun 2015 s/d 2017 : Biro Hukum dan HAM DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Tahun 2017 s/d sekarang​: Wakil Ketua Bidang Kajian Strategis dan Akademik DPD Angatan Muda Pembaharuan Indonesia Jawa Timur

Tahun 2017 s/d sekarang: Divisi Pengembangan Organisasi dan Kelembagaan Ikatan Ahli Bencana Indonesia Provinsi Jawa Timur

Tahun 2018 s/d sekarang: Sekretaris Umum Ikatan Alumni Universitas Dr Soetomo Surabaya.

 

Pulang Membangun Aru 

Banyak catatan prestasi selama ‘bertarung’ di Jatim, menggugah niat Mesak untuk mengabdi pulang membangun Aru. 

Ia berharap bisa memberikan sesuatu yang lebih kepada masyarakat secara umum khususnya di Kabupaten Kepulauan Aru. “Karena selama ini saya sudah banyak memberi kontribusi di Jatim sudah saatnya saya memberi kontribusi di daerah kelahiran saya,” jelas Ketua Dewan Pembina Himpunan Mahasiswa Aru Surabaya tersebut.

Fokus pengembangan sumber daya manusia di daerah menjadi salah satu target utamanya serta mendorong pemerintah daerah memberikan dukungan khusus terhadap dunia pendidikan serta mengupayakan fasilitas kesehatan memadai.

Banyaknya mahasiswa dari Maluku yang tidak memiliki mess atau asrama saat menempuh pendidikan di luar pulau, merupakan salah satu program unggulan yang akan ia perjuangkan. 

Menurut Mesak, bahwa penguatan sumber daya manusia akan berdampak pada pembangunan daerah. Sebuah tanggung jawab moral untuk membangun daerahnya setara dengan kepulauan lain baik secara ekonomi, pendidikan, kesehatan, juga pelayanan publik. 

Pelayanan sebagai produk dari kebijakan harus tegas dalam regulasi agar semua berjalan secara proporsional. “Sesuai disiplin ilmu saya harus mendorong untuk peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Aru,” kata Mesak.

Salah satu prioritas lain adalah mengembangkan kreatifitas anak muda Kepulauan Aru di berbagai bidang yang tidak pernah dilirik seperti bidang olahraga terutama sepak bola. Serta membangun jaringan kepemudaan di Aru yang dipimpin oleh generasi millenial. “Keterwakilan anak muda di eksekutif harus ada,” tandasnya.

Langkah awal terjun Mesak Paidjala membangun daerah ini mendapat dukungan penuh dari keluarga dan rekomendasi yang tak main-main.

Mengangkat Aru Bersinar Seperti Mutiara 

Hampir 80 persen Wilayah Kepulauan Aru didominasi oleh lautan. Kekayaan sumber daya alam ini belum digarap secara maksimal oleh pemerintah daerah setempat.

Mesak optimistis jika sektor kelautan menjadi prioritas unggulan, akan mengangkat Aru mandiri secara ekonomi melalui sektor perikanan. Sementara sektor lain yang mendukung adalah potensi pariwisata.

“Secara umum pemikiran, saya ingin membangun Kabupaten Kepulauan Aru dari sisi sektor unggulan yang tidak mendapat perhatian, sektor kelautan perikanan, serta sektor pariwisata yang belum dilirik oleh Pemda. Dua sektor ini yang saya pikir sangat menonjol sekali dan mampu mengurangi angka kemiskinan karena Pulau Aru merupakan kepulauan termiskin di Maluku,” paparnya.

Sementara, lanjut Mesak, infrastruktur akan berjalan beriring jika pengelolaan sumber daya sudah tertata dengan baik. 

Koordinator Relawan Kampus Nasional

Fasilitator Nasional untuk Sekolah Laut tersebut juga berharap bisa mengantar Kabupaten Aru seperti Raja Ampat. “Saya ingin Aru bersinar seperti mutiara dan indah seperti cenderawasih,” pungkas Mesak Paidjala. (*)

Jurnalis: Lely Yuana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Surabaya
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search