TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Tradisi Kupatan di Gresik, Ada Tumpeng Berisi Ribuan Ketupat

12/06/2019 - 06:09 | Views: 30.80k
Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim (Tengah) saat memotong tumpeng berisi ketupat (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, GRESIK – Tradisi kupatan yang diperingati pada tujuh hari setelah lebaran juga diperingati masyarakat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Seperti yang terjadi di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, ada tumpeng yang berisi ribuan ketupat berukuran raksasa.

Selain diisi ketupat, tumpeng berukuran 2 meter lebih tersebut diisi dengan lauk pauk, buah-buahan serta sayuran sebagai hiasan

Jika biasanya tumpeng diperebutkan oleh warga, kali ini tumpeng yang berbentuk kerucut tersebut dibagikan secara cuma-cuma ke warga yang kurang mampu.

Kupatan.jpg

Tumpeng raksasa tersebut dipamerkan di pendapa desa sejak sore hari. Acara yang digelar dalam rangka halalbihalal dan silaturahmi itu dihadiri oleh seluruh warga desa.

Dalam kesempatan itu ribuan warga melakukan doa bersama, tahlil serta pengajian agama islam. Para warga kemudian makan bersama Muspika, Pemdes serta tokoh masyarakat.

"Ini merupakan tradisi. Selain ada satu tumpeng besar, ada ribuan ketupat yang dimakan oleh seluruh warga. Ini bentuk keguyupan antara pemerintah desa dan warga," kata Kepala Desa Sekapuk, Abdul Halim, Selasa (11/6/2019) malam.

Halim menyatakan, ribuan ketupat yang disajikan dengan kuah bersantan dan lauk daging itu dihidangkan ke seluruh warga desa yang hadir.

Uniknya, yang menghidangkan adalah panitia acara yang terdiri dari Kades, Sekdes, Perangkat desa, Ketua RT dan Ibu PKK.

"Jadi ini filosofinya Pemdes sebagai pelayan warga, kami melayani seluruh warga yang hadir di kegiatan ini. Sudah dua kali acara ini digelar di pendapa desa. Sebelumnya hanya digelar di mushala saja," imbuhnya.

Sementara itu, Camat Ujungpangkah Roedi Purwanto mengapresiasi langkah pihak desa yang menghidupkan tradisi kupatan dengan berbagai kegiatan yang cukup meriah.

Selain sebagai langkah melestarikan tradisi, kegiatan ini tambah Roedi sebagai wujud keakraban antara Pemdes dan warganya.

"Patut dicontoh oleh desa lain, ini sangat positif," harap Camat Ujungpangkah usai menghadiri tradisi kupatan di Desa Sekapuk, Gresik. (*)

Jurnalis: Akmalul Azmi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Gresik
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search