TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

30 Sekolah Negeri di Kabupaten Probolinggo Tak Memiliki Kepala Sekolah

12/06/2019 - 14:36 | Views: 8.89k
Ilustrasi

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sebanyak 30 Sekolah Negeri di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, hingga kini masih belum mempunyai Kepala Sekolah definitif. Baik untuk tingkat SD dan SMP. Hal itu berdasarkan catatan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupate Probolinggo.

“Selama ini, untuk mengisi kekosongan atau kekurangan puluhan Kepala Sekolah itu, guru di sekolah tersebut harus merangkap jabatan,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Musayyib Nahrawi, saat rapat pandangan fraksi pada LPj APBD 2019 di Gedung DPRD setempat, Selasa (11/3/2019).

Menurutnya, dengan kekosongan Kepala Sekolah itu, bisa berimbas pada Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Probolinggo, jika tidak segera diisi dengan maksimal oleh pejabat tetap dan tepat.

“Kondisi ini bisa berdampak negatif jika terlalu lama kosong. Imbasnya tidak hanya pada kualitas, akan tetapi juga berimbas terhadap kuantitas. Nah, ini meupakan tanggungjawab pihak Pemkab untuk segera mengisi kekosongan itu,” urai Musayyib.

Ia juga berpendapat, agar sekolah itu berjalan dengan baik, harus segra diisi. Jika tidak, proses perjalanan sekolah itu tidak akan maksimal.”Bagaimana supervisinya, kemudian jumlah muridnya, kualitas pendidikan di sekolah itu tidak akan pernah maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina membenarkan jika memang di dunia Pendidikan mengalami kekurangan Kepala Sekolah. Akan tetapi kata Dewi, dengan keurangan itu bukan berarati kosong.

“Bukan kosong, kalau kosong tidak ada yang mengisi. Kondisi itu sudah kami lakukan semaksimal mungkin. Yaitu dengan cara ada guru yang harus merangkap sebagai Kepala Sekolah,” kata Dewi.

Namun kata Dewi, dengan waktu singkat atau mungkin bulan depan, pihaknya akan membuka pendaftaran untuk mengisingi kekurangan itu, dan bahkan saat ini sdah mulai dibuka pendaftaran itu.

“Yang jelas jika kekurangan 30 Kepala Sekolah itu tidak efektif. Dari itu kami telah mengupayakan untuk segera mengisi kekurangan itu, agar Sekolah Negeri di Kabupaten Probolinggo, tidak lagi kekurangan Kepala Sekolah definitif,” tutup Dewi.(*)

Jurnalis: Dicko W
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search