TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

Korban Banjir Konawe Utara Keluhkan Kondisi Kesehatan, ini Langkah ACT

17/06/2019 - 10:05 | Views: 19.88k
Sejumlah pengungsi di Kecamatan Asera mengeluhkan sakit perut dan gatal-gatal.

TIMESINDONESIA, KONAWE UTARA – Pasca banjir yang terjadi di Desa Longeo, Kecamatan Asera, Konawe Utara, tim medis Aksi Cepat Tanggap atau ACT terus melakukan pelayanan kesehatan, Sabtu (15/6).

Tim melaporkan, sejumlah warga mulai menderita gatal-gatal, sakit kepala, dan sakit perut. Koordinator Relawan Medis Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT Suharliana Alsair menjelaskan kondisi kesehatan para korban banjir sangat dipengaruhi faktor kebersihan lingkungan.

Banjir-Konawe-2.jpg

Lia, sapaan Suharliana, menerangkan, tidak tersedianya air bersih membuat warga amat rentan terkena penyakit. “Air bersih di sini (Kecamatan Asera) masih susah. Warga menggunakan air sungai yang tidak bisa dipastikan kebersihannya untuk membersihkan diri. Bahkan ada juga yang berhari-hari tidak mandi,” ungkap Lia, Minggu (16/6/2019).

Lia menambahkan kondisi masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan juga mempengaruhi faktor kesehatan. “Mereka sudah tidak punya apa-apa, bahkan sandal. Terpaksa, mereka harus berjalan kaki tanpa alas kaki. Belum lagi sejumlah warga masih mengevakuasi barang-barang yang terendam air,” kata relawan bidan asal Kabupaten Kolaka itu.

Berdasarkan pantauan tim medis, walau banjir sejumlah wilayah telah surut, namun potensi sumber penyakit bagi korban masih besar. “Lumpur yang mulai mengering dan mengeras kemudian menjadi debu yang mengganggu pernapasan warga. ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) pun berpotensi,” terangnya.

Menghadapi itu, tim medis pun menyediakan sejumlah obat untuk menangani keluhan pasien. “Kami masifkan obat-obatan untuk keluhan gatal-gatal. Lalu untuk mencegah ISPA, kami juga bagikan masker dan sediakan obat batuk,” tambah Lia.

Selain di Desa Longeo, tim pun melakukan pelayanan kesehatan ke wilayah terdampak di Kecamatan lainnya. Ahad (16/6), tim melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Linomoiyo, Kecamatan Oheo.

Menurut Lia, korban banjir di Konawe Utara masih sangat membutuhkan bantuan, terutama perlengkapan kebersihan dan obat-obatan. Dua keperluan itu menjadi keperluan dasar yang amat dibutuhkan di tengah kondisi darurat pascabencana seperti ini. Menurut pengamatan tim medis, bantuan alat kebersihan belum mampu memenuhi keperluan pengungsi. “Kami melihat, masih sangat kurang ya bantuan alat kebersihan, bahkan kemarin ada yang warga yang sampai meminta sabun untuk mandi atau mencuci. Saat mereka evakuasi barang pun, tidak pernah terpikirkan untuk sekadar cuci tangan,” ungkapnya.

Hingga hari ke delapan pascabanjir Konawe Utara, Tim Disaster Emergency Response (DER) - ACT masih bersiaga memberikan pelayanan terbaik. Sejumlah bantuan logistik kembali didistribusikan ke dapur umum-dapur umum di Kecamatan Asera.

Komandan Tim DER - ACT Kusmayadi mengatakan pihaknya telah mendistribusikan logistik untuk dua posko dapur umum di  Kecamatan Asera di Desa Walasolo dan Desa Longeo.

Selain dapur umum, tim juga langsung mendistribusikan bantuan  logistik ke Desa Wanggudu. “Kami juga ke Dusun 1 RT 1 Desa Wanggudu. Di sana jumlah pengungsinya empat kepala keluarga, atau 19 jiwa,” tambah Kusmayadi.

Tim juga mengaktivasi dua dapur umum lagi di Kecamatan Asera, tepatnya di Desa Walasolo dan Longeo. Menurut data Tim DER - ACT hingga 399 jiwa di kedua desa itu terdampak banjir. “Tim dapur umum ACT menyiapkam 400 porsi makanan siap santap bagi warga di sana,” terang Kusmayadi.

Ia juga menerangkan, keperluan yang masih amat dibutuhkan pengungsi meliputi kebutuhan pokok, air bersih, pakaian bersih, keperluan kebersihan, tenda, alas tidur, dan obat-obatan. "Kami dari ACT menerima bantuan utamanya kebutuhan pokok," tegasnya. (*)

Penulis:
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search