TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi
Ketahanan Informasi Pendidikan

Manfaatkan Biji Asam Jawa, Mahasiswa Unair Bikin Sunblock Ramah Lingkungan

19/06/2019 - 07:15 | Views: 20.56k
Tiga mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga yaitu Fatihatul Alifiyah, Diyna Rusayliya Purwanto, dan Fakhriyah Dinina mengembangkan tabir surya dari bahan alam yaitu tumbuhan. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Sunblock atau tabir surya salah satu produk perawatan kulit yang penting. Sayangnya banyak tabir surya yang terbuat dari bahan yang tak ramah lingkungan, salah satunya Oxybenzene. Menjawab tantangan tersebut mahasiswa Unair Surabaya mengembangkan tabir surya berbahan tumbuhan.

Fatihatul Alifiyah, ketua tim penelitian menjelaskan oxybenzene dapat mencemari  perairan dan merusak terumbu karang. Oleh karena itu, saat ini muncul banyak kecaman dari penggiat lingkungan untuk mencari tabir surya yang lebih aman.

Ia bersama dua rekannya di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, Diyna Rusayliya Purwanto, dan Fakhriyah Dinina mengembangkan tabir surya dari bahan alam yaitu tumbuhan. Hal tersebut diwujudkan dengan membuat Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) dengan judul “Potensi Ekstrak Asam Jawa sebagai Krim Tabir Surya untuk Pencegahan Kanker Kulit.”

Lebih lanjut Fatihatul menjelaskan penggunaan biji asam jawa yang berasal dari alam diharapkan dapat meminimalisir efek samping yang ditimbulkan oleh tabir surya berbahan dasar kimia sintetis. Selain itu, imbuhnya, asam jawa juga merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah dijumpai di Indonesia.

"Sehingga dengan dimanfaatkannya biji asam jawa sebagai tabir surya juga ikut membantu eksplorasi kekayaan alam di Indonesia," jelasnya.

Tim yang dibimbing langsung oleh Rr,. Retno Widyowati, Ph.D., Apt., awalnya mencoba mengembangkan krim buah asam jawa dan krim biji asam jawa. Setelah diteliti lebih lanjut, tim tersebut menemukan bahwa krim tabir surya dari  biji asam jawa memilik SPF sebesar 26 dengan konsentrasi ekstrak 30%. Tidak hanya itu, lanjutnya, sementara untuk krim tabir surya dari buah asam jawa juga memiliki SPF dibawah 10 sehingga potensinya kurang untuk menjadi tabir surya.

"Ke depannya kami berharap bahwa potensi ekstrak biji asam jawa ini dapat terus dikembangkan menjadi produk yang mampu beredar luas di masyarakat dan  mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah kanker kulit yang membahayakan," kata mahasiswa Fakultas Farmasi Unair Surabaya tersebut. (*)

Penulis:
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search