TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Politik

Pengurus PAN DIY Tolak Gabung Koalisi Duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin  

20/06/2019 - 20:32 | Views: 65.50k
Ketua DPW PAN DIY, Nazaruddin. (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional DIY (PAN DIY) menolak wacana partaiya bergabung ke koalisi 01, duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

Penolakan wacana pindah gerbong koalisi itu dituangkan secara tertulis melalui pernyataan sikap bersama segenap pimpinan dan pengurus PAN lima kabupaten/kota se-DIY pekan lalu di Yogyakarta.

“PAN di DIY yang dengan tegas dan bulat menuntut PAN untuk tetap bergabung di Koalisi 02 serta teguh mendukung pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, bukan pasangan calon presiden lain,” kata Ketua DPW PAN DIY, Nazaruddin, Kamis (20/6/2019).

Menurut Nazaruddin, pascapemilu ada upaya manuver sebagian elit PAN yang hendak membelokkan arah dukungan partai ke pasangan 01.

“Kami melihat upaya apapun untuk bergabung dengan koalisi yang lain di luar koalisi 02  sebagai bentuk pengkhianatan terhadap suara dan aspirasi dari kader, pemilih, dan simpatisan PAN,” terang Nazaruddin.

Nazar mengatakan sikap politik partai seharusnya merupakan manifestasi dari suara dan aspirasi dari kader, pemilih, dan simpatisan PAN serta harus sesuai dengannya.

Ia pun menegaskan jika DPW PAN DIY beserta seluruh DPD PAN di DIY terus mengikuti perkembangan politik pasca Pemilu 2019 dan penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilihan presiden dan wakil presiden oleh KPU Rl.

“Kami juga mencermati manuver sebagian pengurus DPP PAN yang menurut kami berupaya mengarahkan partai bergabung kubu koalisi 01,” terang Nazaruddin.

Arah koalisi PAN untuk bergabung dengan koalisi 02 serta mendukung pasangan duet Prabowo–Sandi tak bisa diotak atik. Sebab, hal itu merupakan sebuah keputusan politis yang tepat yang dilandasi pertimbangan ideologis.

Bahwa, koalisi 02 dan pasangan calon yang didukungnya memiliki komitmen yang kuat untuk membela kepentingan rakyat dan umat, sebuah komitmen yang sama yang menjadi semangat bagi perjuangan politik PAN. Pilihan bergabung dan mendukung duet Prabowo-Sandi juga merupakan hasil keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 9 Agustus 2018 yang lalu.

“Di saat yang sama, kami secara kritis menilai bahwa rezim yang berkuasa saat ini telah gagal dalam menunjukkan kapabilitasnya dalam menjalankan pemerintahan. Namun dengan memanfaatkan penguasaannya terhadap media, telah mem-fabrikasi keberhasilan melalui serangkaian pencitraan,” ujar Nazar.

PAN juga meyakini bahwa rezim beserta partai-partai pendukungnya lebih mepresentasikan kepentingan kelompok- kelompok tertentu, sehingga komitmennya terhadap rakyat dan umat layak untuk dipertanyakan.

“Justru di tengah dominasi dan hegemoni rezim semacam itu, kami percaya dibutuhkan adanya kekuatan penyeimbang yang memastikan adanya mekanisme check and balances dalam kehidupan bernegara kita saat ini,” papar Nazaruddin.

Dengan segala pertimbangan tersebut, Nazar meyakini bahwa keputusan PAN untuk terus bergabung dalam koalisi 02 serta untuk mengambil peran oposisi jika nantinya diperlukan adalah merupakan pilihan politis yang paling logis dan rasional.

“Oleh karena itu, DPW PAN DIY beserta seluruh pengurus PAN di DIY menyatakan menolak untuk bergabung kepada koalisi 01 Jokowi-Ma'ruf. Kami juga menolak setiap upaya yang mencoba mengarahkan PAN untuk bergabung kepada koalisi 01,” jelas Nazaruddin. (*)

Jurnalis: Dwijo Suyono
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Yogyakarta
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search