TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Wisata

Mengenal Arca Totok Kerot di Kabupaten Kediri

24/06/2019 - 20:04 | Views: 84.57k
Arca Dwarapala Totok Kerot. (FOTO: Muh Rofi'i/TIMES Kediri)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Apabila kita berkunjung atau berwisata ke Kota/Kabupaten Kediri tidak lengkap kalau tidak melihat cagar budaya Arca Totok Kerot.

Arca ini letaknya di Desa Bulu Pasar Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, sekitar 3-4 km  kearah utara dari Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri.

Cagar budaya Arca Totok Kerot berada di area persawahan masyarakat yang biasa ditanami tanaman pangan seperti jagung, padi tebu dan sejenisnya.

Dikutip dari travellersblitar.com, dikisahkan bahwa Dewi Surengrana selalu bersungut-sungut (methothok, Bahasa Jawa.red) dan membunyikan giginya (Bahasa Jawa:kerot-kerot) sebagai tanda kebencian dan permusuhannya terhadap Dewi Sekartaji.

Baik Surengrana maupun Sekartaji keduanya merupakan istri Panji. Karena tabiat buruknya tersebut, maka Dewi Surengrana dijuluki Thothok Kerot. Setelah meninggal, Dewi Surengrana diwujudkan sebagai Arca Totok Kerot.

Sepintas Arca Totok Kerot tidak jauh beda dengan sepasang Arca Dwarapala yang berada di Singosari, Malang. Hanya saja kondisinya lebih mengenaskan karena tangan kirinya yang hilang.

"Dulu patungnya terkubur dalam tanah, pada zaman Belanda dilakukan pengangkatan lengan yang sebelah kirinya putus," ujar Sumarji, warga sekitar yang kebetulan ada di lokasi, Senin (24/6/2019).

Arca ini juga tidak memegang gada seperti halnya Arca Dwarapala, atau mungkinkah bagian tangan yang hilang dari arca ini memegang senjata tersebut? Tidak ada penjelasan yang pasti.

Arca Totok Kerot di Desa Bulu Pasar Kabupaten Kediri ini adalah prasasti zaman Raja Sri Aji di Lodaya, Kerajaan Pamenang. (*)

Jurnalis: Muh. Rofi'i (MG-92)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Kediri
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search