TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Perundungan Bisa jadi Masalah Serius bagi Perkembangan Anak

13/08/2019 - 22:39 | Views: 5.46k
Wakil Ketua komisi X, Hetifah Sjaifudian bersama siswa SD Nasional Balikpapan (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, BALIKPAPAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengatakan aksi perundungan (bulliying) harus diakui masih sering terjadi di sekolah. Jika terus dibiarkan, hal ini akan menjadi masalah serius bagi perkembangan anak

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X yang membidangi urusan Pendidikan saat membuka seminar tentang perundungan dan puberitas di SD Nasional KPS Balikpapan, Selasa (13/8/2019).

"Menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ada 50 persen anak sekolah mengalami bully. Kalau anak-anak lihat ada temannya yang membully kalian harus bilang jangan membully. Kalau anak jadi korban bulliying jadi takut ke sekolah. Jadi nggak percaya diri," ujar Hetifah.

Anggota DPR RI dari Kaltim ini menyebut beberapa hal yang melatarbelakangi anak untuk membully. "Anak yang membully itu karena dulunya pernah dibully. Ada juga karena merasa kuat. Ada lagi karena anak berprestasi, lalu ada yang iri dan kemudian dibully. Sekarang ini di media sosial juga ada yang membully. Anak-anak harus hati-hati," lanjut Hetifah.

Dalam acara itu, turut pula hadir Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud dimana ia juga menekankan pentingnya pendidikan agama kepada para siswa. "Kalian ini calon pemimpin di Balikpapan, bisa jadi presiden. Sebagai manusia beragama, kita harus menjalankan kewajiban kita. Menjalankan keyakinan kita. Anak-anak kalau mau beraktivitas jangan lupa berdoa," kata Rahmad.

Hal yang sama juga dikatakan Sadiono, Kepala Sekolah SD Nasional. Ia menyebut bahwa sekolahnya sangat menekankan pendidikan akhlak bagi para siswa. 

Sementara itu, Yulia Fitri Olla, Ketua Panitia acara menyebut bahwa seminar ini diikuti sebanyak 97 siswa dengan menghadirkan para psikolog.

Ia berharap acara ini bisa terus dilaksanakan di kemudian hari sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan perundungan, khususnya terhadap anak di sekolah. (*)

Jurnalis: Kusnadi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : Bontang TIMES
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Loading...
Top

search Search