TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional

Mentan RI Beri Penghargaan kepada Pejuang Pembangunan Pertanian

17/08/2019 - 22:36 | Views: 6.78k
Mentan RI, Andi Amran Sulaiman beri penghargaan kepada pejuang pembangunan pertanian di momen peringatan HUT ke-74 RI, di Jakarta, Sabtu (17/8/2019). (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Pertanian RI (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman secara khusus memberikan motivasi kepada para penerima penghargaan kepada pejuang pembangunan pertanian di momen peringatan HUT ke-74 RI, di Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Penghargaan tersebut adalah bentuk apresiasi Kementerian Pertanian RI kepada pelaku usaha, petani, kelembagaan petani, penyuluh dan kelembagaan penyuluhan.

Selain memberi motivasi, Menteri Amran bahkan memberikan tips dalam menjalankan usaha tani agar lebih berkembang. Dia berharap pelaku usaha pertanian ke depan lebih berorientasi pada bisnis. Bahkan jangan takut untuk memasuki pasar ekspor. "Kita ingin ke depan pertanian menjadi tangguh," ujarnya.

Karena itu, andalan dan teladan yang mendapat penghargaan harus menjadi contoh bagi yang lain. Bahkan menjadi 'obor' atau cahaya bagi pelaku usaha pertanian di Indonesia.  

Sementara, Sekjen Kementerian Pertanian RI, Momon Rusmono mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada seluruh pelaku usaha. Selain itu, juga diharapkan dapat memotivasi pelaksana atau pelaku untuk terus menerus meningkatkan pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani. Apalagi pemerintah juga mempunyai harapan agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
 
"Penghargaan ini jangan dilihat dari nilai uangnya. Tapi makna yang terkandung di dalamnya. Keteladanan jadi contoh bagi yang lain, khusunya petani dan penyuluh lainnya," katanya.

Ke depan, menyikapi kondisi lingkungan yang terus berkembang, Momon berharap, pemberian penghargaan juga diberikan kepada petani milenial dan petani yang mampu mengekspor produk pertanian. Begitu juga penghargaan kepada pelaku modernisasi pertanian, seperti Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).

"Kita ingin tunjukkan eksportir dan milenial yang berprestasi, mereka itu ada," ujarnya.

Selain itu, Momon meminta agar ada penghargaan untuk pelaku peternak yang berkecimpung dalam program Siwab dan Bekerja. Keberhasilan mereka bisa menjadi motivasi bagi pelaku lain, terutama bagi rumah tangga miskin yang mendapat bantuan program Bekerja.

"POPT dan peneliti juga harus kita apresiasikan. Nanti kita bisa buat acara yang lebih besar dan menjadi satu dengan kegiatan Adikarya Pangan," ujarnya.

Momon mengatakan, ke depan pembangunan pertanian lebih berorientasi pada kemandirian pangan dan kesejahteraan petani. Dua orientasi ini menjadi satu visi dan misi.

"Tekad kita dalam pembangunan pertanian yang dipikirkan adalah kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.
Untuk tahun 2020, kita melakukan penguatan kualitas SDM yang cerdas dan terampil. Karena itu keberhasilan pembangunan pertanian adalah penguatan SDM," tuturnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi. Menurutnya, pemberian penghargaan merupakan apresiasi dari pemerintah dan diharapkan dapat memotivasi petani, penyuluh dan petugas pertanian lainnya di lapangan guna meningkatkan kinerja, terutama dalam menyongsong Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Dedi mengatakan teladan yang menerima penghargaan ada 30 orang/unit yang berasal dari 26 provinsi dengan tujuh kategori. Yakni, Petani Berprestasi 5 orang, Gapoktan Berprestasi 5 unit, Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Berprestasi 5 unit, Penyuluh Pertanian Teladan (PNS/THL-TB PP/Swadaya) 5 orang, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Berprestasi 5 unit, Dosen Berprestasi 5 orang, dan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Berprestasi 2 unit.

Selain mendapatkan plakat dari Mentan RI, ungkap Dedi, pejuang pembangunan pertanian yang mendapat penghargaan juga mendapatkan tabungan. Petani dan penyuluh teladan mendapatkan penghargaan tabungan BRI masing masing Rp 20 juta. Sedangkan Gapoktan, KEP dan BPP berprestasi masing-masing sebesar Rp 10 juta. Sementara untuk dosen berprestasi peringkat pertama sebesar Rp 20 juta, peringkat kedua Rp 17 juta dan peringkat ketiga Rp 15 juta. Adapun P4S Rp 10 juta. (*)

Jurnalis:
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search