TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Mahasiswa KKN IAIN Tulungagung Menyulap Kulit Kakao Jadi Kerupuk

18/08/2019 - 23:18 | Views: 9.74k
Sosialisasi pengolahan limbah kulit Kakao dan pemasaranya (FOTO : Irham Wildana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TRENGGALEK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN IAIN Tulungagung) di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek mencoba untuk berinovasi membuat kerupuk dari limbah kulit Kakao.

Inovasi tersebut muncul ketika melihat limbah kulit Kakao yang berlimpah dari sejumlah usaha pengolahan Kakao di Desa Suruh. Kulit Kakao tersebut sementara ini hanya jadi makanan kambing saja.

Sosialisasi-kulit-Kakao-2.jpg

Dengan menggandeng UMKM Desa Suruh, Mahasiswa KKN IAIN Tulungagung mengadakan sosialisasi pengolahan kulit Kakao dan teknik pemasaranya di Balai Desa Suruh, Minggu (18/08/2019).

Sosialisasi tersebut dirasa penting melihat tumbuhan Kakao (Theobroma Cacao Ladalah salah satu komoditas andalan perkebunan di Desa Suruh. Khususnya sebagai penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan di Desa Suruh.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Suruh, Gunawan, Ketua kelompok tani Kakao Tunggal Jaya, Musodjo, owner konveksi Ries Project Tulungagung, M. Haris Khoiruddin, UMKM Desa Suruh dan Mahasiswa KKN IAIN Tulungagung.

Kepala Desa Suruh, Gunawan sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membuat inovasi baru mengenai pengolahan limbah kulit Kakao. "Sampai saat ini masih menjadi makanan untuk ternak kambing, sekarang bisa buat makan manusia,” katanya.

Sosialisasi tersebut sekaligus demo tentang pembuatan kerupuk dari kulit Kakao mulai dari awal hingga menjadi makanan ringan yang aman untuk dikonsumsi.

Gunawan juga menegaskan kepada masyarakat Desa Suruh untuk memperhatikan betul tata cara pembuatan kerupuk kulit Kakao yang akan didemokan oleh Mahasiswa KKN.

“Siapa yang punya pohon Kakao harus dirawat dengan baik. Jangan cuma ditanam dan dibiarkan saja,” ujar Ketua Kelompok Tani Kakao Tunggal Jaya, Musodjo.

Kegiatan tersebut dipandu oleh M. Haris Khoiruddin, owner Konveksi Ries Project Tulungagung. Dia menjelaskan mengenai macam-macam pemasaran. Mulai dari pemasaran offline maupun online dengan sangat baik tahap demi tahap.

Pihaknya juga mengajarkan bagaimana cara mengemas yang rapi agar menarik minat konsumen untuk membelinya. Sekaligus tatacara perizinan pendaftaran P-IRT dan merk produk.

Kepala Desa Gunawan beserta istri nampaknya sangat memperhatikan proses demi proses pembuatan kerupuk Kakao yang diperagakan oleh Mahasiswa KKN. Dan masyarakatpun sangat antusias untuk mempelajari dan menerapkannya. “Ini bisa menjadi produk unggulan Desa Suruh,” ucapnya bangga.

Akhirnya proses demi proses sudah usai. Limbah yang terbuang dapat dimanfaatkan dan menjadi pundi-pundi rupiah. Harapannya, pelatihan mengubah kulit Kakao jadi kerupuk oleh mahasiswa KKN IAIN Tulungagung tersebut dapat membantu untuk menopang perekonomian warga di Desa Suruh. (*)

Jurnalis: M Irham Wildana (MG-93)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search