TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

ACT Jatim Siapkan Satu Juta Liter Air Bersih

19/08/2019 - 10:38 | Views: 8.65k
Ratusan Hektare Sawah di Jatim Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Bencana kekeringan akan melanda Indonesia jauh lebih kering dibanding tahun lalu. Berdasarkan data dari BMKG, kekeringan akan terjadi pada periode Juli hingga Oktober. Menanggapi hal itu ACT Jatim akan terus menyalurkan bantuan air bersih pada daerah yang terdampak kekeringan.

Kepala Program ACT Jatim, Dipo Hadi mengungkapkan dampak paling buruk dari kekeringan adalah kelaparan. Karena ada ratusan hektare sawah di Jatim yang terancam gagal panen.

"Kekeringan jadi awal mula krisis pangan: ketiadaan air bersih layak konsumsi dan bahan makanan. Hal ini bisa mengakibatkan bencana selanjutnya, yaitu kelaparan. Apabila tidak ditangani, kondisi ini perlahan dapat berdampak pada kematian," kata Kepala Program ACT Jatim, Dipo Hadi,

Dalam menghadapi bencana kekeringan ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur telah menyalurkan bantuan air bersih di beberapa daerah seperti Pacitan, Bojonegoro, Pamekasan, dan Banyuwangi.

Air bersih yang diberikan umumnya digunakan masyarakat untuk kebutuhan primer mereka, yakni minum dan memasak. Selanjutnya, ACT Jatim terus berkomitmen untuk mendistribusikan air bersih ke seluruh penjuru Jatim Misalnya saja, Pasuruan, Malang, Bangkalan, Jember, dan beberapa daerah lainnya.

Dipo Hadi mengatakan, satu juta liter air bersih akan disalurkan ke beberapa daerah kekeringan di Jawa Timur.

“Diperlukan sinergi antar pengampu kebijakan untuk mengatasi masalah kekeringan yang hampir setiap tahun ada. Semakin banyak kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menangani bencana kekeringan ini, maka akan semakin cepat penyelesaiannya. Dan tentu saja dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana," terang Dipo, Kepala Program ACT Jatim, Kamis (15/8). (*)

Penulis:
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search