TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Sebagian Wilayah Kekeringan, Polisi Bojonegoro Distribusikan Air Bersih

19/08/2019 - 14:56 | Views: 8.36k
Petugas Polsek Dander memberikan bantuan air bersih kepada warga Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. (FOTO: Yudi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BOJONEGORO – Dampak musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur membuat sejumlah warga di beberapa wilayah kesulitan air bersih. Salah satunya di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Guna membantu masyarakat yang kekurangan air bersih tersebut, anggota jajaran Polsek Dander Polres Bojonegoro, Minggu (18/08/2019) kemarin mengirim bantuan air bersih kepada warga di Dusun Kedungrejo.

Sebanyak satu truk tangki air bersih dengan kapasitas lima ribu liter telah didistribusikan. Sementara puluhan warga yang mengalami kesulitan air bersih, dengan suka-cita menerima bantuan sembari mambawa jeriken serta bak penampungan.

Kekeringan-di-Bojonegoro-a.jpg

Kapolsek Dander, AKP Mashadi SH menuturkan, bantuan air bersih disalurkan karena warga sedang kesulitan air bersih akibat musim kemarau tahun ini. Menurutnya, meskipun ada dropping air bersih dari BPBD Bojonegoro, namun belum mencukupi. Sehingga pihaknya berupaya membantu meringankan warga yang kesulitan air bersih.

"Apa yang kita berikan hari ini semoga bisa bermanfaat dan meringankan kesulitan warga yang desanya sedang dilanda kesulitan air bersih," ucap AKP Mashadi.

Kapolsek menambahkan, bantuan air bersih tersebut sesuai dengan program Kapolres Bojonegoro, yaitu Polisi Dulure Dewe (PDD). Yang mana saat musim kemarau ini difokuskan untuk membantu warga masyarakat kesulitan air bersih.

"Melalui Bahbinkamtibmas, kita pantau warga masyarakat mana saja yang mengalami kesulitan air bersih. Kami juga telah berkoordinasi dengan Forkopincam Dander dalam penanganan dampak musim kemarau ini," tutur dia.

Untuk diketahui, pada musim kemarau tahun 2019 ini, kekeringan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Sedikitnya terdapat 74 desa di 19 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.

Sementara, Pemkab Bojonegoro, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk air bersih atau sekitar 500 tangki air bersih untuk masyarakat yang kesulitan air bersih. (*)

Jurnalis: Yudi Handoyo
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Bojonegoro
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search