TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Trauma, Penghuni Asrama Mahasiswa Papua Tolak Rombongan Pejabat

21/08/2019 - 13:28 | Views: 42.01k
Aksi penolakan mahasiswa asal Papua terhadap rombongan pejabat. (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Wakil Ketua DPR RI bersama Anggota Komisi X DPR RI Jimmy Demianus Ijie mengunjungi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, Rabu (21/9/2019).

Namun rombongan pejabat tersebut gagal menggelar dialog lantaran penghuni asrama menolak kedatangan mereka. Sebuah tulisan “Siapapun Yang Datang Kami Tolak” terpasang di pagar asrama. 

Penolakan ini, menurut Jimmy, dipicu oleh ketersinggungan penghuni asrama atas pemberitaan media yang tidak melalui konfirmasi sebelumnya. Maupun rasa trauma atas tindakan represif aparat.

“Mereka merasa perlakuan tidak adil oleh aparat kita,” tandas Jimmy DIJ. 

Misal terkait bendera yang ditemukan di selokan, lanjut Jimmy, aparat kepolisian hendaknya menyelidiki terlebih dahulu siapa pelaku sesungguhnya. 

“Siapa yang melakukan apakah mereka atau ada orang yang memprovokasi, itu yang tidak terungkap dan hal itu juga yang memicu kekecewaan di Papua,” ucapnya.

Tindakan penyerbuan aparat ke dalam asrama juga dinilai sangat represif. 

“Mereka kan tidak mempersenjatai diri, mereka biasa-biasa saja. Kan bisa datang baik-baik dan ngomong,” ujar Jimmy.

Disinyalir karena masih merasa tersinggung, penghuni Asrama Mahasiswa Papua enggan membuka pagar dan hanya melihat dari dalam. Tampak dari sela pagar, beberapa orang melihat dari lantai atas dan lainnya duduk di halaman.

Sementara itu, Fadli Zon menambahkan, kunjungan ini sebagai bentuk respon DPR RI untuk membuka dialog dengan mahasiswa yang tinggal di asrama. 

“Teman-teman wakil rakyat dari Papua dan Papua Barat menyampaikan keprihatinan dari apa yang terjadi salah satunya dimulai dari sini, Surabaya, Malang. Kemudian ada insiden di sini dan Papua juga. Kita ingin mendengarkan langsung tentang apa yang terjadi,” kata Fadli. 

Selain itu rombongan juga akan bertemu dengan Gubernur Jatim, Wali Kota Malang serta pihak terkait guna audiensi langsung agar tidak hanya mendengar dari berita saja.

“Saya kira tugas kami untuk itu dalam rangka pengawasan,” ungkapnya didampingi Jimmy DIJ, Michael Wattimena dari Papua Barat, Steven Abraham dari Papua, serta beberapa anggota wakil rakyat Papua. (*)

Jurnalis: Lely Yuana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Surabaya
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search