TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Gugatan SPRI dan PPWI Ditolak, Dewan Pers Menang di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

11/09/2019 - 17:26 | Views: 4.39k
ilustrasi - Hukum (FOTO: wartaekonomi.co.id)

TIMESINDONESIA, BALI – Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menolak seluruh gugatan yang diajukan tergugat Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke dan kawan-kawan (dkk) yang ditujukan unruk Dewan Pers. Putusan ini membuat Peraturan Dewan Pers (PerDP) berlaku untuk semua pihak yang terkait dengan pers.

Sebelumnya, pada April 2018 SPRI dan PPWI, Wilson Lalengke dkk menggugat Dewan Pers di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Isi gugatannya, Dewan Pers dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum. Penggugat mendalilkan peraturan-peraturan yang dibuat oleh Dewan Pers (PerDP) melampaui kewenangan Dewan Pers dan bertentangan dengan UUD 1946 serta UU Pers No 40 Tahun 1999. Hal itu yang membuat penggugat meminta Peraturan Dewan Pers, antara lain soal Standar Perusahaan Pers dan Peraturan Dewan Pers soal Standar Kompetensi Wartawan, dinyatakan tidak mengingat. Karena bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Pers No 40 Tahun 1999.

Dalam eksepsinya di PN Jakarta Pusat, Dewan Pers menyatakan yang berhak memeriksa suatu perkara yang mempersoalkan sebuah peraturan bertentangan dengan UUD 1945 adalah Mahkamah Konstitusi (MK), sedangkan yang berhak memeriksa perkara yang mempersoalkan peraturan bertentangan dengan UU dan peraturan di bawa UU adalah Mahkamah Agung (MA). 

Sedangkan dalam pokok perkara, Dewan Pers menegaskan kewenangan yang menjadi dasar Dewan Pers mengeluarkan Peraturan Dewan Pers yang mengikat ialah fungsi Dewan Pers sebagaimana diatur dalam  Pasal 15 ayat 2 huruf f. Pasal itu menyebut, Dewan Pers memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam membuat peraturan-peraturan pers.
     
Dalam keputusannya No 331/PDT/2019/PT DKI, majelis hakim tinggi PT Jakarta yang terdiri dari Imam Sungudi sebagai ketua dan hakim anggota  Haryono dan Hiyanto,  pada keputusannya tanggal 5 Agustus 2019, menolak gugatan Wilson Lalengke. Tak hanya itu, keputusan ini membuat SPRi, PPWRI, dan Wilson Lalengke harus membayar perkara.

”Gugatan para tergugat lemah dan salah alamat,” kata Wina Armada Sukardi, ahli dari Dewan Pers dalam sidang di PN Jakarta Pusat.

Menurutnya, Peraturan Dewan Pers memiliki alas hukum yang sangat kuat dan karena itu mengikat semua pihak. Ia mengatakan dalam keputusan PN Jakarta Pusat, eksepsi dari Dewan Pers yang menyatakan PN Jakarta Pusat tidak berhak mengadili perkara ini, ini diterima PN Jakarta Pusat. Artinya, gugatan tergugat Wilson Lalengke dkk tidak diterima, karena pengadilan tidak berhak memeriksanya. 

Oleh karena itu PN Jakarta Pusat belum memeriksa perkara pokonya. Sedangkan dalam keputusan PT DKI disebut, eksepsi Dewan Pers ditolak. Artinya, PT Jakarta menilai PT Jakarta berhak mengadili perkara ini. 

Tetapi setelah memeriksa sendiri pokok perkaranya, PT Jakarta dalam pokok perkara memutuskan menolak seluruh gugatan Penggugat Wilson Lalengke dkk. Artinya, dengan adanya keputusan PT Jakarta ini, Peraturan Dewan Pers mempunyai kekuatan hukum dan mengingat semua pihak yang terkait dengan pers. Dalam bahasa awam, Dewan Pers menang lagi di PT Jakarta.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Atal Depari menyambut hasil putusan ini. Menurutnya, ini merupakan sebuah kemenangan untuk masyarakat pers, karena memperkuat posisi Dewan Pers dan organisasi wartawan pendukungnya. 

"Sejak awal saya percaya pengadilan memang menghormati kemerdekan pers,” kata ketua umum PWI Pusat Atal Depari.

Selain itu, Kuasa Hukum Dewan Pers, Frans Lakaseru mengimbau masyarakat pers tidak mempercayai berita-berita hoax yang menyatakan Dewan Pers telah kalah di PT Jakarta. Ia menekankan, berdasarkan hasil keputusan PT DKI Jakarta, gugatan yang diajukan SPRI, PPWRI, dan Wilson Lalengke tidak diterima. (*)

Jurnalis: Imadudin Muhammad
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Bali
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search