TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Olahraga

Dua Tahun Berdiri, Almaz Uzmaa Tapak Suci Yogyakarta Raih Banyak Prestasi

11/09/2019 - 18:27 | Views: 25.27k
Atlet Almaz Uzmaa Tapak Suci Yogyakarta yang menorehkan prestasi. (FOTO: Istimewa/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAPencak silat adalah seni olahraga beladiri yang memerlukan banyak konsentrasi. Selain membuat badan sehat, mental dan skil silat bermanfaat bila tertimpa aksi kejahatan. Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah  (Tapak Suci) salah satunya. Aliran, perguruan, dan organisasi pencak silat ini merupakan anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Tapak Suci berdiri 10 Rabiul Awal 1383 H, bertepatan 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta.

Adalah Cabang Umum Almaz Uzmaa Tapak Suci Kota Yogyakarta. Meski baru dua tahun berdiri, tepatnya 1 Februari 2017. Namun, atlet dari tempat latihan ini telah menorehkan tinta emas. Mereka berhasil menyabet berbagai prestasi kejuaraan yang membanggakan.

Koordinator pelatih Almaz Uzmaa Tapak Suci Kota Yogyakarta, Yunir mengatakan, dari tiga kali even besar kejuaraan yang di ikuti yaitu dua event nasional dan satu even level Asia Eropa.

“Atlet Almaz Usma rutin berlatih di Gedung Dakwah Muhamadiyah Kota Yogyakarta,” kata Yunir, kader Madya atau pemegang Sabuk Biru Melati Merah Dua.

Anak didiknya yang berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Antaranya, Pakubumi yang meraih juara pada Open VII di Jatinangor Sumedang pada 23 - 25 Agustus tingkat Asia & Eropa meraih 8 emas 3 perak ( SD & SMP)

Untuk kategori tanding untuk Sekolah Dasar (SD)  yaitu Najlaa Alayaa Khairunnisa (emas), Jonatan Budi Sanjaya (emas), dan Ratih Dewi Larasati (perak). Kemudian, Kategori Seni Tunggal yaitu Nayla Khairunnisa ( perak ) dan Jauza Alifah ( emas ).

Sedangkan untuk usia SMP meraih medali emas semua yaitu Tantiarini Amithya widita Nastiti kategori Seni Tunggal, Sulthan Fathir Ahimsa Kategori Tanding. Kemudian, Oktario Gibran Kanzul Haq, Annisa Nur Sabrina, dan Imatus Sholehah Nurnisa Syafii.

Sementara untuk lomba koreografi pencak silat di Pencak Malioboro festival pada 6-8 September 2019 di Serangan Umum 1 Maret 2019 meraih peringkat 5 besar dengan predikat terbaik harapan 2 dari 30 penampilan.

Mereka adalah Freyno Agga ( SD Muh Wirobrajan 3), Kayla Humairah (SD Muh Sagan), Ayu Swarna Larasati (SDN Bhayangkara), Firasya Putra Permana (SD Muh Purwodiningratan), Jauza Alifah (SDN Bhayangkara), Fitri siskawati (SMAN 1 Pengasih Kulonprogo).

Selanjutnya, kejuaraan tapak suci SMP tingkat Nasional MONACO di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta meraih Emas yaitu Yudhistira kelas B putra dari SMPN 1 Yogyakarta, Annisa Nur Sabrina kelas B putri dari SMPN 1 Yogyakarta, Nayla Damia Arindakurnita kelas F putri dari SMPN 6 Yogyakarta. Peraih medali Perunggu yaitu Oktario Gibran Kanzuk Haq dari SMPN 13 Yogyakarta.

Yunir berharap tahun depan anak didiknya bisa ikut kejuaraan Singapure Open. Ia ingin,  Almaz Uzmaa kepengin angkat bahwa prestasi pencak silat dapat menunjang akademik. Mempermudah raih sekolah unggulan ketika mereka berprestasi.

Almaz Uzmaa merupakan binaan pribadi. Dimana keberadaannya selama ini bisa jalan hanya dari SPP. Kalau toh ada bantuan dari donatur hanya satu atau dua orang saja. Meski begitu prestasinya patut di banggakan,” jelas Yunir. (*)

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Yogyakarta
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search