TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

Transaksi Non Tunai Rambah Angkringan di Yogyakarta

11/09/2019 - 18:16 | Views: 6.99k
Angkringan milik Andi Suryanto, 35 tahun yang terletak di wilayah Krapyak, Yogyakarta melayani pembayaran non tunai untuk pembelinya. (FOTO: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Sudah sekitar 4 bulan terakhir Andi Suryanto, 35 tahun, pedagang angkringan di wilayah Krapyak, Yogyakarta melayani pembayaran non tunai untuk pembelinya. Penggunaan pembayaran transaksi non tunai dilakukan menyusul pembelinya yang tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar.

Tetapi, juga wisatawan domestik dan mancanegara yang berlibur ke Jogja. Karena sebagian besar mereka tidak membawa uang tunai maka perlu layanan pembayaran transaksi non tunai.

Andi mengaku banyak keuntungan yang diperoleh setelah menggunakan layanan pembayaran non tunai. Di antaranya, meningkatnya nilai transaksi karena pembeli yang sebelumnya tidak dapat membeli karena tidak membawa uang tunai jadi membeli. Selain pembayaran yang dapat menggunakan berbagai bentuk transaksi non tunai seperti kartu kredit, uang digital, dan kartu ATM karena menggunakan aplikasi pembayaran cashles.

“Nggak repot menyediakan uang kembalian, uang langsung ditransfer ke rekeningnya,” kata Andi kepada TIMES Indonesia, Rabu (11/9/2019).

Pemilik PT Chasles Worldwide Indonesia, Steven Samudera mengaku bangga karena sudah dapat membantu pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usahanya. Untuk lebih mendekatkan layanan kepada sekitar 200 mitranya sudah dibuka kantor cabang di Jogja.

Kantor yang berlokasi di Jalan Dr Sutomo 35 ini melengkapi 5 kantor sebelumnya yang berlokasi di Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya dan Medan. Sebagai tujuan wisata kedua di Indonesia setelah Bali menjadi pertimbangan dibukanya kantor cabang Jogja. 

“Kita ingin membantu pelaku usaha mikro dalam menarik dana wisatawan untuk mengembangkan usahanya,” kata Steven.

Chief Revenue Officer PT Cashles Worldwide Indonesia Tan Leny Yonathan memastikan kantor cabang Jogja sudah beroperasi sejak Mei 2019. Dengan kegiatan utama berupa pemberian edukasi kepada pelaku usaha mikro tentang keuntungan penggunaan aplikasi pembayaran non tunai. Dengan sasaran utama pedagang angkringan yang saat ini berjumlah 200. Leny optimis dengan sistim pengoperasian yang sangat mudah aplikasi ini cepat dikuasai oleh setiap masyarakat.

“Hingga akhir tahun ditargetkan terdapat 800 mitra di Jogja (Yogyakarta) yang tidak terbatas pada pelaku usaha mikro dapat menggunakan transaksi non tunai. Salah satunya ya usaha angkringan,” terang Leny. (*)

Jurnalis: Totok Hidayat (MG-199)
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani
Sumber : Radio Persatuan Bantul
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search